<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Akhir Penelitian Pucung (P. edule Reinw.) Sebagai Agen Pengendali Hayati</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nunik Siti</mods:namePart><mods:namePart type="family">Aminah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Mardjan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Soekirno</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">RA</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wigawati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Chairul</mods:namePart><mods:namePart type="family">Chairul</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Hasil penapisan fitokimia biji pucoog (P. edule Reinw.) mengandung golongan senyawa antara lain: minyak atsiri, asam lemak, steroida. flavonoidaa, tanin, gula&#13;
pereduksi, seponin, emodol dan poliuronida. Ekstrak dan serbuk biji pucung asal Sukabumi dan Banten digunakan sebagai insektisi.da hayati. Dari penelitian ini temyata&#13;
ek&amp;rak dan rerbuk biji pucung asal SUkabumi lebih efektif sebagai insektisida daripada yang berasal dari Banten. Hal ini disebabkan antara lain adanya perbedaan kandungan &#13;
senyawa aktif piperidin termasuk golongan alkaloidaa yang efektif sebagai insektisida hanya terdapat pada ekstrak biji pucung asal Sukabumi berdasarkan basil analisis hasil&#13;
analisis GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectrometer) diketahui mengandung 29 senyawa aktif terdiri dari 21 senyawa asam lemak, 1 senyawa komponen minyak atsiri, 2&#13;
senyawa alkaloida, 2 senyawa aldehida, 2 senyawa alkohol dan 1 senyawa aromatik sedangkan dari Banten hanya mengandung 15 senyawa aktifyang terdiri dari 7 senyawa asam lemak, 4 senyawa komponen minyak atsiri efektif sebagai penghambat&#13;
pertumbuhan mikroorganisme, 3 senyawa aromatik yang efektif rebagai repelen dan 1 senyawa alkohol. Sedangkan hasil uji serbuk pucung sebagai insektisida hayati dari&#13;
serbuk biji pucung asal Sukabumi lebih efektif daripada asal Banten.&#13;
Adanya perbedaan golongan senyawa aktif dapat mempengaruhi hasil pengujian sebagai insektisida terhadap lalat rumah(Musca domestica) maupun lalat hijau (Chrysomya megacephala). Tetapi belum diketahui berapa jumlah kandungan senyawa ak1if golongan saponinnya (total saponin) dan apakah kandungan saponin ini juga memberikan efek sinergis&#13;
terhadap efektivitas biji pucung. Dari basil identifikasi teksturntanah dari Sukabumi berbeda dengan Banten. diduga tekstur tanah maupun ekosistem (habitat) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan biji pucung yang&#13;
akan mempengaruhi kandungan senyawa aktif dan mempengaruhi hasil uji efektifitas.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV Pharmacology</mods:classification><mods:classification authority="lcc">QX Parasitology</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2004</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>