<didl:DIDL xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:didl="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS" xmlns:dii="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS" xmlns:dip="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DIP-NS" xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/" DIDLDocumentId="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4223" xsi:schemaLocation="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/did/didl.xsd urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dii/dii.xsd urn:mpeg:mpeg21:2005:01-DIP-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dip/dip.xsd">
  <didl:Item>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dii:Identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4223</dii:Identifier>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dcterms:modified>2025-07-29T01:15:26Z</dcterms:modified>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Component>
      <didl:Resource mimeType="application/xml" ref="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/cgi/export/eprint/4223/DIDL/bkpkkemkes-eprint-4223.xml"/>
    </didl:Component>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/descriptiveMetadata</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/xml">
          <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4223/</dc:relation>
        <dc:title>Laporan Akhir Penelitian Pengendalian Vektor Anopholes sundaicus  Menggunakan Bacillus thuringiensis H-14 Galus Lokal Yang Diproduksi Dalam Media Kelapa Dengan Partisipasi Masyarakat Di Kampung Laut Kabupaten Cilacap</dc:title>
        <dc:creator>P., Blondine Ch.</dc:creator>
        <dc:creator>Boewono, Damar Tri</dc:creator>
        <dc:creator>Widyastuti, Umi</dc:creator>
        <dc:creator>Lukmono, Lobby</dc:creator>
        <dc:subject>QX 500-675 Insects. Other Parasites</dc:subject>
        <dc:description>Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui efektivitas aplikasi  B.thuringiensis H-14 galur lokal yang dibiakkan dalam buah kelapa terhadap jentik An.sundaicus, mengetahui PSP (pengetahuan, sikap dan perilak:u) masyarakat tentang penggunaan B. thuringiensis H-14 galur lokal yang dibiakkan dalam buah kelapa dalam pengendalian vektor malaria serta mengetahui basil penyuluhan berupa pembinaan&#13;
kepada masyarakat agar dapat mengembangbiakkan B.thuringiensis H-14 galur lokal dalam buah kelapa dan cara aplikasinya di kolam-kolam perindukan jentik An. sundaicus. &#13;
Dua belas kolam perlak:uan yang masing-masing 4 kolam dengan rata-rata luas sebesar 196m, 438 m, 460 m berturut-turut dengan kepadatan lumut dan ganggang sebesar 35 %, 47 %, 58% dan 65 %, dipasang 1 perangkap sentinel (diameter 20 em,&#13;
tinggi 27 em) yang berisi 15 ekor jentik An. sundaicus pada luas 2 m dan 240 m. Kemudian berturut-turut diaplikasi 1 buah kelapa, 2 buah kelapa, 3 buah kelapa dan 4 buah kelapa&#13;
yang telah berisi formulasi cair B. thuringiensis H- 14 galur lokal. Empat kolam kontrol dengan rata-rata luas kolam sebesar 196 - 250 m masing-masing diisi I perangkap&#13;
sentinel dengan 15 ekor jentik An. sundaicus dan berturut-turut diberi air kelapa Pengamatan kematian jentik An. sundaicus pada kolam perlak:uan dan kontrol, dilak:ukan&#13;
pada hari pertama, kedua, keempat, ketujuh dan keempatbelas sesudah aplikasi sampai kematian jentik kurang dari 50%. Untuk: mengetahui PSP (pengetahuan, sikap dan perilaku) masyarakat tentang malaria dan pengendalian jentik vektomya dilakukan wawancara melalui kuesioner di lokasi perlak:uan (Dusun Klaces) dan kontrol (Dusun Klapakerep) masing-masing 30 orang. Hasil yang diperoleh menunjukkan formulasi cair &#13;
2 B. thuringiensis H-14 galur lokal yang dibiakkan dalam 1 ,2,3 dan 4 buah kelapa dapat menurunkan kepadatan jentik An.sundaicus hingga mencapai 50% selama 55,29 hari.&#13;
Ada perbedaan pengetahuan, sikap dan perilaku yang bermakna antara kelompok perlakuan sebelum dan sesudah penyuluhan pada p&lt;0,05. Pada kelompok kontrol, tidak: ada perbedaan yang bermakna untuk pengetahuan, sikap dan perilaku masing-masing antara pre kuesioner dan post kuesioner (p &gt; 0,05). Hasil pengamatan pada waktu melakukan praktek, menunjukkan bahwa responden dapat mengembangbiakan  B.thuringiensis H-14 dalam buah kelapa mulai dari tahap persiapan (bahan-bahan,&#13;
peralatan yang diperlukan), langkah-langkah pengembangbiakan B. thuringiensis H-14 dalam buah kelapa Tindakan/perilaku responden masih bersifat sementara karena itu penelitian ini akan dikembangkan lebih lanjut untuk evaluasi perilaku masyarakat secara mandiri dalam mengembangbiakkan B. thuringiensis H-14 dalam buah kelapa, cara&#13;
penyimpanan dan aplikasi serta evaluasi kepadatan jentik nyamuk.</dc:description>
        <dc:publisher>Balai Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit</dc:publisher>
        <dc:date>2004</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4223/1/Laporan%20Akhir%20Penelitian%20Pengendalian%20Vektor%20Anopheles%20sundaicus%20Menggunakan%20Bacillus%20thuringiensis%20H-14%20Galur%20Lokal%20Yang%20Diproduksi%20%20Dalam%20Media%20Kelapa%20Dengan%20Partisipasi%20Masyarakat%20%20di%20Kampung%20Laut%20Kabupaten%20Cilacap.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  P., Blondine Ch. and Boewono, Damar Tri and Widyastuti, Umi and Lukmono, Lobby  (2004) Laporan Akhir Penelitian Pengendalian Vektor Anopholes sundaicus Menggunakan Bacillus thuringiensis H-14 Galus Lokal Yang Diproduksi Dalam Media Kelapa Dengan Partisipasi Masyarakat Di Kampung Laut Kabupaten Cilacap.  Project Report. Balai Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit, Salatiga.    (Unpublished)  </dc:identifier></oai_dc:dc>
        </didl:Resource>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/objectFile</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="text" ref="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4223/1/Laporan%20Akhir%20Penelitian%20Pengendalian%20Vektor%20Anopheles%20sundaicus%20Menggunakan%20Bacillus%20thuringiensis%20H-14%20Galur%20Lokal%20Yang%20Diproduksi%20%20Dalam%20Media%20Kelapa%20Dengan%20Partisipasi%20Masyarakat%20%20di%20Kampung%20Laut%20Kabupaten%20Cilacap.pdf"/>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/humanStartPage</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/html" ref="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4223/"/>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
  </didl:Item>
</didl:DIDL>