%C Salatiga %K B. thuringiensis H-14, Buah kelapa %D 2004 %A Blondine Ch. P. %A Damar Tri Boewono %A Umi Widyastuti %A Lobby Lukmono %T Laporan Akhir Penelitian Pengendalian Vektor Anopholes sundaicus Menggunakan Bacillus thuringiensis H-14 Galus Lokal Yang Diproduksi Dalam Media Kelapa Dengan Partisipasi Masyarakat Di Kampung Laut Kabupaten Cilacap %I Balai Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit %X Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui efektivitas aplikasi B.thuringiensis H-14 galur lokal yang dibiakkan dalam buah kelapa terhadap jentik An.sundaicus, mengetahui PSP (pengetahuan, sikap dan perilak:u) masyarakat tentang penggunaan B. thuringiensis H-14 galur lokal yang dibiakkan dalam buah kelapa dalam pengendalian vektor malaria serta mengetahui basil penyuluhan berupa pembinaan kepada masyarakat agar dapat mengembangbiakkan B.thuringiensis H-14 galur lokal dalam buah kelapa dan cara aplikasinya di kolam-kolam perindukan jentik An. sundaicus. Dua belas kolam perlak:uan yang masing-masing 4 kolam dengan rata-rata luas sebesar 196m, 438 m, 460 m berturut-turut dengan kepadatan lumut dan ganggang sebesar 35 %, 47 %, 58% dan 65 %, dipasang 1 perangkap sentinel (diameter 20 em, tinggi 27 em) yang berisi 15 ekor jentik An. sundaicus pada luas 2 m dan 240 m. Kemudian berturut-turut diaplikasi 1 buah kelapa, 2 buah kelapa, 3 buah kelapa dan 4 buah kelapa yang telah berisi formulasi cair B. thuringiensis H- 14 galur lokal. Empat kolam kontrol dengan rata-rata luas kolam sebesar 196 - 250 m masing-masing diisi I perangkap sentinel dengan 15 ekor jentik An. sundaicus dan berturut-turut diberi air kelapa Pengamatan kematian jentik An. sundaicus pada kolam perlak:uan dan kontrol, dilak:ukan pada hari pertama, kedua, keempat, ketujuh dan keempatbelas sesudah aplikasi sampai kematian jentik kurang dari 50%. Untuk: mengetahui PSP (pengetahuan, sikap dan perilaku) masyarakat tentang malaria dan pengendalian jentik vektomya dilakukan wawancara melalui kuesioner di lokasi perlak:uan (Dusun Klaces) dan kontrol (Dusun Klapakerep) masing-masing 30 orang. Hasil yang diperoleh menunjukkan formulasi cair 2 B. thuringiensis H-14 galur lokal yang dibiakkan dalam 1 ,2,3 dan 4 buah kelapa dapat menurunkan kepadatan jentik An.sundaicus hingga mencapai 50% selama 55,29 hari. Ada perbedaan pengetahuan, sikap dan perilaku yang bermakna antara kelompok perlakuan sebelum dan sesudah penyuluhan pada p<0,05. Pada kelompok kontrol, tidak: ada perbedaan yang bermakna untuk pengetahuan, sikap dan perilaku masing-masing antara pre kuesioner dan post kuesioner (p > 0,05). Hasil pengamatan pada waktu melakukan praktek, menunjukkan bahwa responden dapat mengembangbiakan B.thuringiensis H-14 dalam buah kelapa mulai dari tahap persiapan (bahan-bahan, peralatan yang diperlukan), langkah-langkah pengembangbiakan B. thuringiensis H-14 dalam buah kelapa Tindakan/perilaku responden masih bersifat sementara karena itu penelitian ini akan dikembangkan lebih lanjut untuk evaluasi perilaku masyarakat secara mandiri dalam mengembangbiakkan B. thuringiensis H-14 dalam buah kelapa, cara penyimpanan dan aplikasi serta evaluasi kepadatan jentik nyamuk. %L bkpkkemkes4223