<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2025-07-29T01:10:22Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:4228</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4228/</dc:relation>
        <dc:title>Laporan Akhir Penelitian Pengembangbiakan Bacillus thuringiensis H-14 Galur Lokal Menggunakan Media Air Cucian Beras Dan Patogenisitasnya Terhadap Berbagai Jentik Nyamuk Vektor</dc:title>
        <dc:creator>Yuniarti, Retno Ambar</dc:creator>
        <dc:creator>P., Blondine Ch.</dc:creator>
        <dc:creator>Sudini, Y.</dc:creator>
        <dc:subject>QX 500-675 Insects. Other Parasites</dc:subject>
        <dc:description>Bacillus thuringiensis H-14 telah banyak digunakan dalam pengendalian vektor penyakit, namun memerlukan biaya yang relatif mahal. Penggunaan media air cucian beras dapat digunakan sebagai altematif untuk mengembangbiakkan &#13;
B. thuringiensis H-14 galur lokal. Penelitian bertujuan mengembangbiakkan  B. thuringiensis H-14 galur lokal dalam media air cucian beras dan patogenisitasnya terhadap berbagai jentik nyamuk vektor di laboratorium.&#13;
Penelitian dilakukan pada Bulan Maret sampai Desember 2005&#13;
di laboratorium Balai Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit, Salatiga. Sampel penelitian adalah jentik Ae. aegypti, Cx. quinquefasciatus, dan An. dconitus instar III&#13;
akhir dan media air cucian beras Mentik, Pandanwangi dan C4 Super. Pengambilan sampel dilakukan secara completely randomized sampling dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Data kematian jentik sebesar 90% (LC90) setelah 24 jam pengamatan, dianalisis secara statistik menggunakan Analisis Probit.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kematian jentik nyamuk sebesar 90% (LC 90) oleh B. thuringiensis H-14 galur lokal setelah 24 jam pengamatan, diperoleh dosis terendah pada media air cue ian beras C4 super untuk jentik Ae. aegypti ( 4,23 ppm) dan Cx. quinquefasciatus (3,38ppm), pada media air cucian beras mentik untuk jentik An. aconitus (57,18 ppm). Jumlah sel dan spora hidup B. thuringiensis H-14 galur lokal yang paling ban yak adalah media air cue ian beras C4 Super (20,5 x 106  spora/ml), kemudian diikuti oleh media air cucian beras Mentik dan Pandanwangi masing-masing sebesar 15,4 x 10 sel/ml dan 22,7 x 10 pangkat6  spora/ml dan&#13;
6 x 10 pangkat 6 sel/ml; 18,1 x 10 pangkat 6  spora/ml. Efek residu B. thuringiensis H-14 galur lokal terhadap jentik Ae. aegypti pada media air cucian beras Mentik 18 hari , Pandanwangi 8 hari, dan C4 Super 9 hari. Efek residu B. thuringiensis H-14 galur lokal terhadap jentik Cx. quinquefasciatus pada media air cucian beras Me~tik 5 hari , Pandanwangi 3 hari, dan C4 Super 5 hari. Efek residu B. thuringiensis H-14 galur lokal terhadap jentik An. aconitus pada media air cucian beras Mentik 5 hari, Pandanwangi 2 hari, dan C4 Super 4 hari. Kematian jentik Ae. aegypti, Cx. quinquefasciatus, dan  sel/ml ; 6,3 x 10 pangkat 6 &#13;
An. aconitus setelah 24 jam pengamatan pada ketiga media pertumbuhan dan berbagai  konsentrasi B. thuringiensis H-14 galur lokal menunjukkan adanya perbedaan kemaknaan (p &lt; 0,05). Sedangkan antara kelompok media pertumbuhan menunjukkan adanya interaksi dengan konsentrasi B. thuringiensis H-14 galur lokal yang digunakan (p &lt; 0,05). Untuk pemeliharaan B. thuringiensis H-14 galur lokal di laboratorium paling baik digunakan media air cucian beras Mentik.</dc:description>
        <dc:publisher>Balai Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit</dc:publisher>
        <dc:date>2006</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4228/1/Laporan%20Akhir%20Penelitian%20Pengembangbiakan%20Bacillus%20thuringiensis%20H-14%20Galur%20Lokal%20Menggunakan%20Media%20Air%20Cucian%20Beras%20dan%20Patogenisitasnya%20Terhadap%20Berbagai%20Jenis%20Nyamuk%20Vektor.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Yuniarti, Retno Ambar and P., Blondine Ch. and Sudini, Y.  (2006) Laporan Akhir Penelitian Pengembangbiakan Bacillus thuringiensis H-14 Galur Lokal Menggunakan Media Air Cucian Beras Dan Patogenisitasnya Terhadap Berbagai Jentik Nyamuk Vektor.  Project Report. Balai Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit, Salatiga.    (Unpublished)  </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>