<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Penelitian Kajian Perilaku, Sikap, Pengetahuan Masyarakat dan Lingkungan di Brobodur Tentang Ikan Cethul (Poesilia reticulata) Dalam Kaitannya Dengan Pengendalian Vektor Malaria</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Hasan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Boesri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Barodji</mods:namePart><mods:namePart type="family">Barodji</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Tri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Suwaryono</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Di Kecamatan Baorobudur malaria sampai saat ini masih menjadi masalah di masyarakat dan pada tahun 2002 daerah yang mempunyai "Annual Parasite Incidence" (API) malaria diatas  2% adalah Giripurno (60,75/1000), Giritengah (25,27/1000) dan Ngadiharjo (12,55/1000). Untuk mencengah penggunaan insektisida yang berlebihan sehingga tidak membawa pengaruh samping yang buruk, baik terhadap pekerja, maupun masyarakat dan lingkungan. Maka pengedalian secara hayati dengan menggunakan ikan Cethul (P. reticulata) di sarankan untuk digunakan untuk pengendalian vektor malaria. Pada tahun 2003 di Giripurno telah dilakukan penebaran ikan pemakan larva yaitu P. reticulata dengan takaran penebaran  2 ekor/m (jantan dan betina) pada kolam, parit, gobakan di sungai, mata air dengan ukuran tempat perindukan antar 1/2 m -5 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penabaran ikan P. reticulata memberikan dampak terhadap penurunan kepadatan vektor malaria (An. aconitus) sebesar 27,4% dan larva Anopheles sebesar 100% selama 5 bulan. Untuk  menunjang pengendalian vektor malaria di desa Giripurno maka pada tahun 2005 telah dilakukan kajian mengenai perilaku, sikap dan pengetahuan masyarakat borobudur  tentang Ikan Cethul (P. reticulata ) dalam kaitannya dengan pengendalian vektor malaria dengan cara mengadakan kuesioner terhadap responden sebanyak 390 kepala keluarga adapun hasil sebagaii berikut : Pengetahuan masyarakat terhadap pemeliharaan ikan cethul  sebesar 91,3% dan sikap masyarakat terhadap pemeliharaan ikan cethul sebesar 44,6% sangat setuju, 49,5% setuju. Tindakan (perilaku) masyarkat tentang pemeliharaan ikan cethul sebesar 81% . Sikap dan perilaku serta pemanfaatan ikan Cethul secara ekonomi di masyarakat masih rendah yaitu 19.7% : Tempat perindukan nyamuk di desa Giripurno pada musim hujan cukup banyak  dan tidak terjangkau oleh program pengendalian vektor karena daerahnya berbukit-bukit; Faktor lingkungan di tempat perindukan nyamuk di perairan desa Giripurno sesuai dengan habitat ikan cethul; Potensi dalam masyarakat yang dapat digunakan untuk penyampaian  informasi pengendalian vektor malaria adalah pengajian yang dilakukan sebulan sekali. Berdasarkan hasil penebaran  ikan Cethul dan kajian terhadapa masyarakat, maka pengendalian larva vektor malaria di Giripurno dapat digunakan dan pelu adanya model pengendalian.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QX 500-675 Insects. Other Parasites</mods:classification><mods:classification authority="lcc">WC 680-950 Tropical and Parasitic Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2005</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>