TY - UNPB TI - Laporan Akhir Penelitian Analisis Risiko Pencemaran Pertambangan Terhadap Kesehatan Masyarakat Desa Tongo, Kecematan Sekonkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat N1 - Unpublished AV - restricted EP - 61 A1 - Inswiasri, Inswiasri A1 - Sukar, Sukar A1 - Anwar, Athena A1 - Pardosi, Jerico CY - Jakarta N2 - Penelitian "analisis risiko pencemaran pertambangan terhadap kesehatan masyarakat desa Tongo, kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat" bertujuan untuk memperoleh gambaran risiko pencemaran kegiatan pertambangan terhadap kesehatan masyarakat di sekitarnya. Penelitian dilakukan secara cross sectional study. Untuk menggali informasi sosial ekonomi, sikap dan perilaku masyarakat dilakukan wawancara terstruktur dan teknik Rural Rapid Appraisal (RRA). Pemeriksaan logam berat dilakukan terhadap sampel lingkungan (air, sedimen), sampel rantai makanan (air minum, sayur, buah dan ikan) dan biomarker (rambut, darah dan urine) dengan menggunakan alat Atomic Absorbtion Spectrophotometer (AAS). Status gizi diukur dengan indikator Indek Masa Tubuh (IMT) serta dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap responden. Hasil pemeriksaan log am berbahaya di lingkungan (air sungai, air laut dan sedimen) menunjukkan bahwa kadar logam berat As,Cd, Cu, Fe, Mn dan Hg dalam batas normal. Kadar logam berbahaya dalam rantai makanan untuk ikan, beberapa terdeteksi kadar As yang melebihi standar Badan POM, air untuk minum kadar Hg di beberapa tempat melebihi standar Badan POM, kerang dengan kadar As yang tinggi, biji-bijian dan sayura(jagung dan daun kelor) terdeteksi kadar Hgnya melebihi standar Badan POM. Rata-rata status gizi masyarakat (IMT) di wilayah tambang dan kontrol adalah normal berkisar antara 20,73 - 22,91. Sosial ekonomi masyarakat menunjukkan bahwa perilaku makan ikan dan pengeluaran(belanja) bulanan masyarakat kontrol berbeda dengan masyarakat wilayah tambang (p < 0,05). Masyarakat Tua Nanga (kontrol) pola makan ikan berkisar antara 0,02 - 0,2 kg/hari/orang dengan pengeluaran untuk belanja berkisar antara Rp 50.000,- - Rp 300.000,-/bulan/keluarga, sedangkan masyarakat wilayah tambang pola makan ikan berkisar antara 0,04 - 0,4 kg/hari/orang dengan pengeluaran belanja Rp 100.000,- - Rp 3.500.000,-/bulan /keluarga. Pengukuran biomarker menujukkan bahwa tekanan darah sistol masyarakat Benete dan Tongo berbeda dengan tekanan darah masyarakat wilayah lain dan kadar Hg dalam rambut masyarakat wilayah tambang lebih tinggi dibanding kontrol yaitu 257 ppb - 6587 ppb sedangkan kontrol 233 ppb - 1565 ppb. Kadar tersebut dalam batas normal. Hasil pemeriksaan kesehatan tidak ditemukan adanya gangguan kesehatan yang berkaitan dengan pajanan logam berbahaya akibat kegiatan petambangan Dari 161 responden yang diperiksa ditemukan gangguan kesehatan terbanyak adalah malaria 11,2% dan maag 7,5%. Walaupun kadar logam berbahaya dalam biomarker masih dalam batas normal dan tidak ada gangguan kesehatan yang terkait dengan logam berbahaya akibat kegiatan tambang, namun kadar Hg dalam rambut masyarakat di wilayah tambang lebih tinggi dibanding kontrol dan perbedaan tersebut signifikan (p<0,05). Oleh karena itu perlu ada monitoring dari Pengelola Tambang dan Pemerintah terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar tambang secara rutin. Kepada masyarakat perlu diinformasikan bahwa tinggal di wilayah tambang memang ada risiko tetapi dapat diminimalkan. UR - http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4232/ KW - percemaran pertambangan M1 - project_report ID - bkpkkemkes4232 PB - Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi dan Status Kesehatan Y1 - 2006/// ER -