<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Akhir Analisis Lanjut Riskesdas Pengaruh Penyediaan Air Minum Terhadap Kejadian Karies Gigi Usia 12-65 Tahun di Provinsi Kep. Bangka Belitung  dan Nusa Tenggara Barat</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Anwar</mods:namePart><mods:namePart type="family">Musadad</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Faktor penyebab terjadinya karies gigi meliputi faktor host; faktor agent dan faktor  lingkungan. Dari hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2007 dikumpulkan data &#13;
hasil pemeriksaan karies gigi pada semua kelompok umur, variabel skala lingkungan  rumahtangga yang meliputi penyediaan air minum, tipe  tempat tinggal  dan kuintil &#13;
pengeluaran rumahtangga, serta variable skala individu yang meliputi jenis kelamin,  umur, pendidikan, kebiasaan makan makanan manis, kebiasaan merokok, konsumsi  buah dan sayur, dan riwayat diabetes mellitus.  Tujuan studi adalah mengetahui  pengaruh penyediaan air minum terhadap kejadian karies gigi. Sebagai unit analisis  adalah seluruh individu usia 12-65 tahun di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan &#13;
Nusa Tenggara Barat yang terpilih sebagai sampel Riskesdas 2007. Analisis dilakukan  secara univariat, bivariat dan multivariat menggunakan regresi logistic ganda dengan &#13;
pendekatan analisis desain complex sample.  Hasil analisis menunjukkan faktor  individu  yang  berpengaruh terhadap  kejadian karies gigi di Kepulauan Bangka  Belitung adalah kebiasaan merokok dan di NTB adalah umur, kebiasaan makan &#13;
makanan manis dan konsumsi buah dan sayur. Faktor lingkungan rumahtangga yang  berperan terhadap kejadian karies gigi di Kepulauan Bangka Belitung adalah kualitas  fisik air 'bau',  kuintil pengeluaran rumahtangga per bulan, dan tipe tempat tinggal, sedangkan di NTB adalah kualitas fisik air 'bau'  dan jarak  rumah ke sumber air.  Kualitas fisik air 'bau' merupakan faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap &#13;
kejadian karies gigi penduduk usia 12-65 tahun.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WU 210-290 Dental Anatomy. Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2008</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi dan Status Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>