<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Warta Litabanggkes Apr-Jun 2017 Volume 2</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Indonesia sangat kaya akan keanekaragaman budaya yang begitu  mengakar. Proses internalisasi di masyarakatnya sudah berlangsung ribuan tahun sehingga menjadi norma yang harus dilakukan dan ditaati. Pun, hal ini terjadi pada perilaku kesehatan di berbagai belahan suku yang ada dari Sabang sampai Merauke yang berdampak pada derajat kesehatan.&#13;
&#13;
Warta Litbangkes edisi kedua ini mengangkat beberapa budaya etnografi kesehatan yang masih ada, seperti Upacara Barapen (Bakar batu) di Lanny Jaya, Papua dengan daging babi sebagai hidangannya, tradisi ini memberi dampak terhadap penularan cacing pita, karena cara memasak menggunakan batu bakar membuat daging tidak matang secara merata.&#13;
&#13;
Tentunya amat menarik apabila pendekatan kesehatan mengikutsertakan budaya sebagai salah satu penentu intervensi yang dilakukan.&#13;
&#13;
Topik kesehatan juga menjadi amat penting mengingat angka kejadian yang semakin meningkat. Untuk itu perlu upaya promotif dan preventif, salah satunya menggunakan instrumen deteksi dini.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WZ 305-350 Miscellany Relating to Medicine</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2017</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Other</mods:genre></mods:mods>