<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2023-02-21T06:21:46Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:4278</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4278/</dc:relation>
        <dc:title>Warta Litbangkes Juli-September 2019 Volume 3</dc:title>
        <dc:creator>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, -</dc:creator>
        <dc:subject>WZ 305-350 Miscellany Relating to Medicine</dc:subject>
        <dc:description>Indonesia sangat kaya dengan keanekaragaman hayati yang berpotensi untuk pengobatan. Hanya saja, masih banyak yang belum tergali karena keterbatasan riset maupun penggunaannya yang masih tradisional dan berupa warisan  turun temurun. Edisi Warta Litbangkes terakhir di tahun 2019 mengupas tentang potensi pengobatan berbagai tumbuhan obat asli Indonesia yang tentang potensi pengobatan berbagai tumbuhan obat asli Indoneisa yang sudah digunakan sejak lama. Salah satunya Bajakah, yang kebetulan juga sedang marak di beritakan di lini media sosial dan media massa. Termasuk seputar riset jamu yang dilakukan Badan Litbang Kesehatan.&#13;
Rubrik Sehat Kita menampilkan kiat dan tips dengan memanfaatkan beberapa tumbuhan yang berpotensi untuk mengobati penyakit kanker serviks dan payudara serta hipertensi. Memang penggunaannya harus berhati-hati dan payudara serta hipertensi. Memang penggunaannya harus berhati-hati dan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan seperti dokter yang paham penggunaannya. Biasanya penggunaannya dikhususkan untuk pencengahan (preventif) dibandingkan pengobatan (kuratif).</dc:description>
        <dc:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</dc:publisher>
        <dc:date>2019</dc:date>
        <dc:type>Other</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4278/1/Warta%20Litbangkes%20Juli-September%202019%20Volume%203.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, -  (2019) Warta Litbangkes Juli-September 2019 Volume 3.  Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta.     </dc:identifier>
        <dc:relation>https://www.litbang.kemkes.go.id/warta-litbangkes/</dc:relation></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>