%0 Report %9 Project Report %A Ernawati, Fitrah %A Prihatini, Mutiara %A Nurjanah, Nunung %A Efriwati, Efriwati %A Retiaty, Fifi %A Sahara, Erna %A Sundari, Dian %A Nugraheni, Ade %A Arifin, Aya Yuriestia %A Imanningsih, Nelis %C Jakarta %D 2021 %F bkpkkemkes:4286 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %K Stunting, Status Gizi Mikro, Balita, Usia Sekolah %T Laporan Status Gizi Mikro Anak Balita dan Usia Sekolah Tahun 2021 %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4286/ %X Latar Belakang : Penurunan angka stunting menjadi salah satu program utama Pemerintah. Kasus stunting ditargetkan bisa turun dalam tiga tahun mendatang yaitu pada tahun 2024 menjadi 14%. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan data terkait status gizi mikro khususnya pada Balita. Gizi mikro adalah zat gizi yang diperlukan oleh tubuh manusia dalam jumlah sedikit namun mempunyai peranan yang sangat penting khususnya untuk tumbuh kembang anak. Indonesia belum mempunyai data dasar tentang gambaran besar masalah kekurangan zat gizi mikro pada anak Balita dan anak usia sekolah, sehingga penting dilakukan penelitian profil status zat gizi mikro level Nasional. Data tersebut dapat digunakan sebagai landasan dalam menentukan kebijakan perbaikan gizi anak balita dan anak usia sekolah (5-12 tahun) khususnya untuk pencegahan stunting. Metode : Analisis zat gizi mikro yang dilakukan meliputi pemeriksaan status besi (feritin, CRP), kadar Zink, vitamin D, kalsium, serta vitamin A (retinol dan Retinol Binding Protein) pada anak Balita (0-59 bulan) dan anak usia sekolah (5-12 tahun). Untuk anak 5-12 tahun ditambah pemeriksaan profil lipid. Metode pemeriksaan analisis zat gizi mikro dan profil lipida darah adalah Enzimatik (Kalsium, Kolesterol total, HDL, LDL), Glycerol-3-Phospate Oxidase (Trigliserida), ELISA (CRP, RBP4, Ferritin, Vitamin D), AAS (Zink), dan HPLC (vitamin A). sampel penelitian adalah serum bahan baku tersimpan (BBT) hasil penelitian Riskesdas 2018 yang disimpan pada ultra low temperature freezer -80 0C sejak tahun 2018. Jumlah sampel yang dianalisis adalah 606 serum balita (0-59 bulan) dan 1954 serum anak usia sekolah (5-12 tahun), sehingga total sampel yang dianalisis sebanyak 2560. Penelitian dilakukan di Laboratorium Gizi Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Analisis data akan dilakukan dengan cara menyajikan data status gizi mikro per kelompok umur yang dituangkan secara deskriptif (univariat). Hasil : Balita dan anak-anak di bawah usia 12 tahun masih mengalami defisiensi zat gizi mikro dan memiliki status profil lipida darah yang tinggi bahkan beberapa zat gizi mikro memiliki status tinggi. Defisiensi zat gizi mikro untuk balita dan anak 5-12 tahun terjadi pada vitamin A, RBP4, zink, vitamin D dan kalsium berturut-turut dengan prevalensi 8,14 dan 4,27%; 53,11 dan 52,5 %; 40 dan 18,14 %; 0,71 dan 3,13 % dan 5,5%. Status profil lipida darah dan kalsium pada laki-laki dan perempuan tinggi dengan persentase berturut-turut 3,6 dan 2,0 % (kolesterol); 18,8 dan 18,6 % (trigliserida); 0,5 dan 0,1 % (HDL); 4 dan 5 (LDL); 21,4 dan 15,5 % (Ca). Kesimpulan : Balita dan anak-anak di bawah usia 12 tahun masih mengalami defisiensi zat gizi mikro (vitamin A, zink, vitamin D dan Ca) dan memiliki status profil lipida darah yang tinggi (kolesterol, trigliserida, LDL) bahkan kalsium memiliki status tinggi. Perlu perhatian terhadap kadar zink pada Balita maupun anak usia sekolah karena zink merupakan mineral penting untuk pertumbuhan. Pada anak usia sekolah kadar trigliserida menunjukkan nilai tinggi, sehingga perlu diperhatikan dengan penyuluhan makanan seimbang agar tidak terus terbawa hingga dewasa yang akan menjadi faktor risiko penyakit jantung koroner (PJK).