<mets:mets OBJID="eprint_4290" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-07-06T01:11:08Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repositori BKPK</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_4290_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Penelitian Formulasi Kombinasi Ekstrak Bangun-Bangun, Katuk, dan Kelor untuk Meningkatkan Produksi dan Kualitas Asi</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sukmayati</mods:namePart><mods:namePart type="family">Alegantina</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nanang</mods:namePart><mods:namePart type="family">Yunarto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Putri Reno</mods:namePart><mods:namePart type="family">Intan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Latar belakang : Stunting merupakan masalah kesehatan yang disebabkan kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama dan dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Anak yang tidak mendapatkan ASI ekslusif sangat beresiko mengalami stunting. Air susu ibu ini memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak terutama dimasa keemasan 0-24 bulan. Banyaknya keluhan ibu ibu pada awal menyususi karena tidak mencukupinya produksi ASI sehingga membuat mereka malas menyusui. Penggunaaan galaktogogum yang berasal dari tanaman merupakan upaya untuk mengatasi hal tersebut. Oleh karena itu agar ASI yang diberikan dapat meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya dipilih kombinasi daun kelor, katuk, dan bangun bangun yang telah dikonfirmasi memiliki pengaruh galaktogogum yang besar. Untuk dapat digunakan sesuai persyaratan yang dikeluarkan oleh BPOM sebagai obat herbal terstandar maka perlu dilakukan penelitian uji praklinis dapat mengetahui efektivitas, toksisitas akut dan mendapatkan formula dari kombinasi ketiga ekstrak tersebut dengan tepat, aman agar berkualitas dan terstandar dalam memberikan khasiat yang optimal.&#13;
Metode : Metode penelitian dalam proses ekstraksi dari kombinasi ketiga tanaman daun kelor, katuk, dan bangun-bangun dengan perbandingan 1:1:1 untuk selanjutnya dilakukan forulasi dari kombinasi ketika ekstrak, pengukuran kadar zat gizi dan mineral, uji efektifitas, toksisitas akut (LD50).&#13;
Hasil : Semua ekstrak masih berada dalam batas yang dipersyartkan. Semua ekstrak yang digunakan masih memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Diantara ketiga ekstrak yang digunakan ekstrak bangun bangun memiliki kandungan tertinggi untuk Ca dan protein, sedangkan ekstrak katuk mengandung Fe dan Zn terbesar dan ekstrak kelor mengandung K yang tertinggi. Kadar kuersetin tertingg i dimiliki oleh ekstrak bangun bangun, diikuti kelor dan katuk. Kualitas masing-masing ekstrak bangun-bangun, katuk dan kelor yang digunakan dalam penelitian ini telah memenuhi persyaratan keamanan mutu obat tradisiona sesuai Peraturan BPOM No. 32 tahun 2019. Pemberian bahan uji selama 7 hari masa laktasi menunjukkan adanya respon  peningkatan PBB dibandingkan dengann kelompok kontrol negatif. Pemebrian ekstrak kombinasi katuk, kelor dan bangun-bangun sampai dengan dosis 5.500 mg/kg bb. tidak menimbulkan kematian pada tikus, sehingga didapatkan nilai LD50 lebih besar dari 5.000 mg/kg bb. Bahan kombinasi ekstrak katuk, kelor dan bangun-bangun digolongan sebagai bahan Praktis tidak toksik.&#13;
Kesimpulan : Kualitas masing-masing ekstrak bangun-bangun katuk dan kelor yang digunakan dalam penelitian ini telah diuji mengandung senyawa Fe, Zn, Ca, K, dan protein. Cemaran mikroba dan logam berat dari masing-masing ekstrak yang digunakan telah memenuhi persyaratan dan keamanan mutu obat tradisional sesuai Peraturan BPOM No. 32 Tahun 2019.&#13;
Pemberian bahan uji yang mengandung ekstrak bangun bangun katuk dan kelor pada tikus betina Wistar dilakukan di Laboratorium hewan Puslitbang Bimedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Balitbangkes. Hasil LD50 lebih dari 5000 mg/kg bb. dan masuk dalam golongan bahan praktis tidak toksik. Pengaruh senyawa aktif secara langsung maupun tidak langsung seiring lamanya pemberian perlakuan akan meningkatkan rataan produksi susu, hal ini terlihat bahwa pada hari ke-4 hingga hari ke-7 memberikan produksi susu yang lebih baik dibandingkan hari ke-1 hingga hari ke-3&#13;
 pada tikus betina Wistar dilakukan di Laboratorium hewan Puslitbang Biomedis dan</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2021</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_4290"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_4290_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repositori BKPK the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repositori BKPK does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repositori BKPK is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_4290_13109_1" SIZE="4342760" OWNERID="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4290/1/Laporan%20penelitian%20Formulasi%20%20Kombinasi%20%20Ekstrak%20Bangun-bangun%2C%20Katuk%20dan%20Daun%20Kelor%20untuk%20Meningkatkan%20Produksi%20dan%20Kualitas%20ASI.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4290/1/Laporan%20penelitian%20Formulasi%20%20Kombinasi%20%20Ekstrak%20Bangun-bangun%2C%20Katuk%20dan%20Daun%20Kelor%20untuk%20Meningkatkan%20Produksi%20dan%20Kualitas%20ASI.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_4290_mods" ADMID="TMD_eprint_4290"><mets:fptr FILEID="eprint_4290_document_13109_1"></mets:fptr></mets:div></mets:structMap></mets:mets>