<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2023-02-23T04:37:59Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:4310</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4310/</dc:relation>
        <dc:title>Laporan Penelitian Fase III, Acak Terbuka, Uji Klinik Efikasi dan Keamanan Favipiravir pada Pasien Covid-19 Derajat Sedang di Indonesia tahun 2021</dc:title>
        <dc:creator>Hasugin, Aemedy R</dc:creator>
        <dc:creator>Sampurna, Ondri Dwi</dc:creator>
        <dc:creator>Susilawati, Made Dewi</dc:creator>
        <dc:creator>Handayani, Rini Sasanti</dc:creator>
        <dc:subject>QV 243-269 Anti-Inflammatory Agents. AntiInfective Agents. Antineoplastic Agents</dc:subject>
        <dc:description>Favipiravir disebutkan sebagai salah satu obat menjanjikan yang dapat membantu mengeliminasi SARS-Cov2 ditubuh penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan efikasi dan keamanan obat Favipiravir terhadap obat standar untuk pengobatan pasien terkonfirmasi Covid-19 di Rumah Sakit. Desain penelitian adalah ekperimental dengan melakukan uji klinik intervensi berupa obat uji dan Standar, randomisasi, open labeled pada pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala sedang menurut standar pedoman tatalaksana Covid-19 di Indonesia. Total 130 subyek direkrut dari 200 yang direncakan. Hasil yang didapatkan adalah peluang obat favipiravir+Azythromycin untuk “bebas gejala sekaligus negatif PCR”&#13;
pada hari ke 7 secara ITT pada subyek Covid-19 gejala sedang adalah 10,61% dan secara PP pada subyek Covid-19 gejala sedang adalah 14,3%, tidak berbeda bermakna (P=0,449) dengan peluang Azythromycin walaupun hanya 5,1%. Adapun kejadian sampingan demam, batuk, pilek dan diare lebih banyak terjadi pada kelompok Azithromycin. Sementara gejala nyeri tenggorokan, fatique, sakit kepala dan sesak lebih banyak ditemukan pada kelompok Favipiravir+Azithromycin. Namun demikian tidak ada perbedaan bermakna untuk kejadian sampingan. Kesimpulan dari studi ini adalah tidak ada perbedaan efikasi dan kejadian sampingan antara kelompok Favipiravir+Azithromycin dibandingkan dengan Azithromycin.</dc:description>
        <dc:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber daya dan Pelayanan Kesehatan</dc:publisher>
        <dc:date>2021</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4310/1/Laporan%20Penelitian%20%20Fase%20III%20acak%20tebuka%2C%20uji%20klinik%20efikasi%20dan%20keamanan%20favipiravir%20pada%20pasien%20Covid-19%20derajat%20%20sedang%20di%20Indonesi%20Tahun%202021.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Hasugin, Aemedy R and Sampurna, Ondri Dwi and Susilawati, Made Dewi and Handayani, Rini Sasanti  (2021) Laporan Penelitian Fase III, Acak Terbuka, Uji Klinik Efikasi dan Keamanan Favipiravir pada Pasien Covid-19 Derajat Sedang di Indonesia tahun 2021.  Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber daya dan Pelayanan Kesehatan, Jakarta.    (Unpublished)  </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>