%C Jakarta %L bkpkkemkes4310 %A Aemedy R Hasugin %A Ondri Dwi Sampurna %A Made Dewi Susilawati %A Rini Sasanti Handayani %X Favipiravir disebutkan sebagai salah satu obat menjanjikan yang dapat membantu mengeliminasi SARS-Cov2 ditubuh penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan efikasi dan keamanan obat Favipiravir terhadap obat standar untuk pengobatan pasien terkonfirmasi Covid-19 di Rumah Sakit. Desain penelitian adalah ekperimental dengan melakukan uji klinik intervensi berupa obat uji dan Standar, randomisasi, open labeled pada pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala sedang menurut standar pedoman tatalaksana Covid-19 di Indonesia. Total 130 subyek direkrut dari 200 yang direncakan. Hasil yang didapatkan adalah peluang obat favipiravir+Azythromycin untuk “bebas gejala sekaligus negatif PCR” pada hari ke 7 secara ITT pada subyek Covid-19 gejala sedang adalah 10,61% dan secara PP pada subyek Covid-19 gejala sedang adalah 14,3%, tidak berbeda bermakna (P=0,449) dengan peluang Azythromycin walaupun hanya 5,1%. Adapun kejadian sampingan demam, batuk, pilek dan diare lebih banyak terjadi pada kelompok Azithromycin. Sementara gejala nyeri tenggorokan, fatique, sakit kepala dan sesak lebih banyak ditemukan pada kelompok Favipiravir+Azithromycin. Namun demikian tidak ada perbedaan bermakna untuk kejadian sampingan. Kesimpulan dari studi ini adalah tidak ada perbedaan efikasi dan kejadian sampingan antara kelompok Favipiravir+Azithromycin dibandingkan dengan Azithromycin. %T Laporan Penelitian Fase III, Acak Terbuka, Uji Klinik Efikasi dan Keamanan Favipiravir pada Pasien Covid-19 Derajat Sedang di Indonesia tahun 2021 %K Favipiravir; Covid-19; %I Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber daya dan Pelayanan Kesehatan %D 2021