%0 Report %9 Project Report %A Sumiarsih, Mimi %A Sampurno, Ondri Dwi %A Jannah, Wayan Dani Miftahul %A Nisa, Ulfatun %C Jakarta %D 2021 %F bkpkkemkes:4313 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %K Covid-19; vaksinasi Covid-19, transmisi Covid-19 %T Laporan Penelitian Riset Monitoring dan Evaluasi terhadap Transmisi Covid-19 %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4313/ %X Vaksinasi dalam perkembangannya terbukti menekan laju penularan penyakit berbahaya, menurunkan angka kesakitan dan kematian melalui proses pembentukan kekebalan tubuh. Efek ini tidak hanya dirasakan langsung oleh penerima vaksin melainkan juga membantu menurunkan risiko penyakit pada masyarakat luas yang dikenal dengan istilah kekebalan kelompok atau herd immunity. Situasi inidiharapkan juga terjadi dalam konteks mengendalikan transmisi COVID-19. Oleh karena itu, riset ini dikembangkan untuk melihat pengaruh vaksinasi terhadap transmisi COVID-19 di masyarakat. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan melakukan pemantauan perubahan laju transmisi pada sejumlah waktu pengukuran dibeberapa kelompok wilayah. Desain penelitian yang dipilih adalah potong lintang dan dilaksanakan dari bulan Maret sampai November 2021. Pendekatan riset yang digunakan adalah metode campuran yaitu pendekatan data kuantitatif sebagai metode utama dan dilakukan secara bersamaan dengan analisis kualitatif (mix-method concurrent embedded design). Lokasi penelitian ditentukan dengan melihat angka kejadian kasus sehingga terpilih Jawa Tengah, Aceh, dan Maluku Utara yang mewakili karakteristik kasus tinggi, menengah, dan rendah. Hasil penelitian ini menggambarkan perkembangan epidemiologi kasus COVID-19 dengan sejumlah pola lonjakan. Terpantau dua gelombang kasus terbentuk di wilayah studi Aceh, dan tiga puncak lonjakan kasus di Jawa Tengah dan Maluku Utara mulai awal pandemi hingga akhir pengamatan Oktober 2021. Peningkatan secara umum terjadi pasca masa liburan (libur sekolah, lebaran, dan natal/akhir tahun). Sementara potret tingkat positivitas COVID-19 di Indonesia pada beberapa titik waktu masih sangat tinggi. Hal ini dikarenakan pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan ke dalam sistem New All Record (NAR) masih belum optimal. Pola transmisi COVID-19 paling banyak terjadi di lingkungan keluarga. Dari sisi morbiditas kasus secara umum, proposi antara yang bergejala dengan non bergejala relatif berimbang. Hal yang menggembirakan terekam dari hasil penelitian bahwa kejadian COVID-19 sangat rendah pada responden yang sudah vaksinasi. Implementasi terhadap upaya penelusuran, pemantauan, dan pelaporan kasus dari hasil penelitian masih berhadapan dengan sejumlah kendala terkait sumber daya, sistem pencatatan dan pelaporan, sosial budaya (resistensi), dan komunikasi risiko. Strategi kebijakan pengendalian yang sudah di wilayah lokasi studi sudah diupayakan dengan beragam pendekatan dan inovasi namun memang diakui beberapa aspek seperti fasilitasi isolasi dan karantina serta pelaksanaan surveilans belum optimal dijalankan. Secara umum, laju transmisi yang diukur dengan parameter angka reproduksi efektif (Rt) COVID-19 sebelum dan sesudah hadir program vaksinasi belum berhasil secara konsisten bertahan di angka kurang dari 1 atau dalam kategori terkendali. Hal ini sangat berkaitan dengan munculnya varian of concern yang memicu ledakan kasus di pertengahan tahun 2021 dimana tingkat vaksinasi saat itu masih rendah. Hasil yang memberikan harapan ditunjukkan dari perbandingan puncak nilai Rt yang lebih kecil pada situasi lonjakan kasus tahun 2021. Pemantauan hingga Oktober 2021 juga menunjukkan kecenderungan penurunan nilai reproduksi kasus efektif (Rt) di sebagian besar wilayah studi. Artinya, terpantau penurunan tingkat penularan meskipun belum bisa mempertahankan nilai Rt<1 dalam jangka panjang.