<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2023-02-22T08:37:04Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:4328</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4328/</dc:relation>
        <dc:title>Laporan Penelitian Uji Klinik Pengobatan Covid-19</dc:title>
        <dc:creator>Karyana, M</dc:creator>
        <dc:subject>WC 500-590 Virus Diseases</dc:subject>
        <dc:description>Coronavirus disease 2019 atau Covid-19 telah ditetapkan oleh WHO sebagai pandemic dunia sejak awal tahu 2020. Di Indonesia, kasus pertama Covid-19 dilaporkan jumlah kasus positif mencapai 1.099.687 kasus dengan angaka kematian 30.581 (2,8%).&#13;
Di Indonesia saat ini sebagaian besar pasien dengan Covid-19 bergejala penyakit ringan, sekitar 20-30% psien yang dirawat di rumah sakit memerlukan perawatan intensif dan 5% di antaranya mengalami kegagalan multi-organ. Angka kematian kasus berkisar antara 1 sampai 4% dan lebih tinggi pada mereka yang sudah memiliki penyakit penyerta seperti penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, obesitas, penyakit pernafasan kronis, hipertensi dan kanker. Sebagian besar pasien datang dengan demam (83-99%), batuk (59-82%), kelelahan (44-70%), anoreksia (40-84%), sesak napas (31-40%), mialgia (11-35%). Kurang dari 10% pasien akan datang dengan sakit kepala, kebingungan, rhinorea, sakit tenggorokan, hemoptisis, muntah, atau diare. Anosmia atau ageusia yang&#13;
menyebabkan timbulnya gejala pernapasan juga telah dilaporkan.&#13;
Hingga saat ini belum ada pengobatan dan tatalaksana khusus&#13;
pasien COVID-19, termasuk anti virus ataupun obat-obatan golongan lain. Pengobatan COVID-19 masih dalam tahapan uji klinis dan strategi terapeutik utama yaitu untuk menangani infeksi paling banyak dilakukan. Tidak ada terapi yang telah terbukti untuk mencegah perkembangan COVID-19 menjadi penyakit berat dan ini adalah kebutuhan kritis yang belum terpenuhi. Baru-baru ini, Infectious Disease Society of America telah membuat rekomendasi untuk pengobatan pasien dengan COVID-19, dengan fokus pada perawatan rawat inap, dan merekomendasikan uji coba secara acak sebagai langkah terbaik untuk meningkatkan hasil pengobatan&#13;
dan untuk meningkatkan pemahaman kita tentang pandemi virus corona ini.</dc:description>
        <dc:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber daya dan Pelayanan Kesehatan</dc:publisher>
        <dc:date>2021</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4328/1/Laporan%20Uji%20Klinik%20Pengobatan%20COVID-19.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Karyana, M  (2021) Laporan Penelitian Uji Klinik Pengobatan Covid-19.  Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber daya dan Pelayanan Kesehatan, Jakarta.    (Unpublished)  </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>