<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Akhir Derajat Fibrosis Dengan Pemeriksaan Mac-2-Binding Protein Glycosylation Isomer (M2BPGI) pada Pasien Hepatitis C Kronik yang Menjalani Hemodialis</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Andri Sanityo</mods:namePart><mods:namePart type="family">Salaiman</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ni Made</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hustrini</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Irsan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hasan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Latar Belakang: Pasien yang rutin menjalani hemodialisis memiliki risiko lebih besar untuk mengalami perburukan fungsi hati karena infeksi Virus Hepatitis C. Dengan ini, pemeriksaan fibrosis hati menjadi sangat penting untuk mengevaluasi inisiasi, durasi, evaluasi pengobatan, prognosis jangka panjang, dan eligibilitas untuk melakukan transplantasi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran serum Mac-2-Binding Protein Glycosylation Isomer (M2BPGi) sebagai biomarker baru untuk menilai fibrosis hati pada pasien Hepatitis C Kronis yang menjalani hemodialisis.Metode: Sampel serum M2BPGi dan hasil pemeriksaan derajat fibrosis hati dengan menggunakan FibroScan dikumpulkan dari 106 pasien Hepatitis C Kronis PGK on Hemodialisis, 59 pasien Hepatitis C Kronis, 50 pasien PGK on Hemodialisis, dan 29 orang sehat. Analisis korelasi Spearmen digunakan untuk menilai hubungan antara nilai M2BPGi dan nilai derajat fibrosis hati menggunakan Transient Elastography, serta analisis ROC digunakan untuk menentukan nilai potong optimal serum M2BPGi untuk mendiagnosis fibrosis signifikan dan sirosis.Hasil: Pada kelompok pasien Hepatitis C Kronis, serum M2BPGi berkorelasi positif secara kuat dengan derjat fibrosis hati menggunakan Transient&#13;
Elastography (rho=0,632, p&lt;0,001), sedangkan pada kelompok Hepatitis C Kronis PGK on Hemodialisis, hubungan tersebut bersifat sedang (rho=0,440, p&lt;0,001). Pada kelompok Hepatitis Kronis, nilai potong optimal serum M2BPGi untuk mendeteksi fibrosis signifikan,&#13;
dan sirosis adalah 2,375 COI dan 4,090 COI. Sedangkan, pada kelompok Hepatitis C Kronis PGK on Hemodialisis adalah 1,110 COI dan 1,575 COI.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC 500-590 Virus Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2020</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; Fakultas Kedoteran UI; Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>