<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Akhir Pengembangan dan Pengujian Alat Terapi untuk Tangan Pasien Stroke Menggunakan Penggerak Soft Robotic dan Biofeedback Monitoring Berbasis Android</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rifky</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ismail</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Hari Peni</mods:namePart><mods:namePart type="family">J</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ing Novie</mods:namePart><mods:namePart type="family">Susanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>CBIOM3S Universitas Diponegoro merupakan salah satu Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI PT) yang ada di Indonesia dengan fokus penelitian pada bidang biomechanics, biomaterial, biomechatronics dan bio signal processing dan telah melakukan hilirisasi penelitian, salah satunya produk tangan bionik nasional. Pada penelitian ini telah diselesaikan alat bantu fisioterapi pada pasien pasca stroke menggunakan alat terapi fisik dengan kecerdasan buatan serta biofeedback monitoring berbasis internet of&#13;
things (IoT). Teknologi yang dihasilkan dalam penelitian ini meliputi: (i) terapi fisik dengan alat penekuk siku pasien yang membantu pasien untuk menggerakkan siku secara otomatis dengan frekuensi dan durasi tertentu menggunakan penggerak mekatronik, (ii) sistem biofeedback monitoring yang membantu pasien, keluarga pasien, dokter dan fisioterapis untuk mendapatkan hasil kuantitatif dari pengukuran kemampuan kontraksi otot pasien sebelum, saat dan setelah menjalani terapi, sehingga memunculkan optimisme pasien (psikoterapi) dalam proses penyembuhan atau pemulihan pasca stroke yang dialami. Penelitian ini penting dilakukan karena jumlah&#13;
pasien stroke yang semakin meningkat dan mengakibatkan kemampuan menggerakkan anggota tubuh berkurang atau menghilang, sehingga membutuhkan terapi berkelanjutan untuk membantu proses pengaktifan kembali anggota gerak tubuh pasien, khususnya anggota gerak tubuh bagian atas. Hasil penelitian menjelaskan bahwa alat bantu untuk pasien stroke ini efektif untuk membantu pasien melatih gerak siku nya pasca stroke dari sisi&#13;
kinerja otot dan range of motion. Alat ini juga berpeluang untuk dijual secara komersial kepada pengguna individu di masa mendatang.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WA Public Health</mods:classification><mods:classification authority="lcc">WC Communicable Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2020</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Diponogoro; Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>