<mets:mets OBJID="eprint_4347" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-07-05T00:08:40Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repositori BKPK</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_4347_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Riset IPTEKKES 2020 PhotoInMeter : Alat Pengukur Intensitas Lampu Fototerapi Murah Berbasis Machine Learning Sebagai Upaya dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Bayi Kuning di Indonesia</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Yosi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Kristian</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">mahendra Tri Arif Sampurna</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sampurna</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Latar Belakang :&#13;
Hiperbilirubinemia lebih sering ditemukan di negara berpenghasilan rendah samapi menengah seperti di Indonesia bila dibandingkan dengan negara-negara yang berpenghasilan lebih tinggi. Salah satu faktor penyebabnya adalah dosis radiasi fototerapi yang di bawah standar. Di separuh rumah sakit di Jawa, tingkat penyinarannya terlalu rendah  dan, dalam beberapa kasus, malah terlalu tinggi. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar dokter anak dan rumah sakit di Indonesia menggunakan perangkat fototerapi tanpa mengetahui dosis dan intensitas yang diterapkan pada bayi, Risiko dan efek samping fototerapi yang tidak sesuai standar, serta belum adanya alat pengukur intensitas fototerapi yang disebut PhotoInMeter dengan menggunakan komponen-komponen berbiaya  rendah memanfaatkan teknik machine learning.&#13;
PhotoInMeter dirancang dengan menggunakan sebuah mikro-kontroler, dua sensor (cahaya dan warna), dan filter ND (neutral-density) yang biasa digunakan lensa kamera untuk mengurangi intensitas cahaya. Hasil pembacaan sensor kemudian diolah menggunakan algoritma machine learning yang dirancang untuk meniru perilaku Biliblanketmeter (sebuah intendity meter yang valid).  Prototipe kami mengumpulkan data pembacaan sensor dan memasangkannya dengan Biliblanketmeter yang dikalibrasi setiap ahun untuk membuat set pelatihan untuk algoritma PhotoInMeter. Model machine learning yang dipilih adalah polinomial regression. Untuk pengukuran performa, Intensitas yang diukur oleh PhotoInMeter dibandingkan dengan hasil bacaan Biliblanketmeter pada lampu yang sama dari jarak yang sama.&#13;
Hasil :&#13;
Kami melakukan 26 percobaan menggunakan 4 prototipe PhotoInMeter dan 3 lampu fototerapi yang berbeda dengan jarak yang bervariasi. Jika dibandingkan dengan Biliblanketmeter, PhotoInMeter kami memiliki Mean Difference sebesar 1.92 μW/cm2/nm. Mean difference antara prototipe kami adalah 1,27&#13;
μW/cm2/nm.&#13;
Kesimpulan : &#13;
Pengukur intensitas berbiaya rendah yang kami beri nama PhotoInMeter dapat menghasilkan pembacaan yang akurat untuk itensitas sedang hingga rendah dan sebanding dengan pengukur intensitas yang valid. Prototipe kami juga menunjukkan pebacaan yang konsisten antara prototipe PhotoInMeter. Kami masih berupaya untuk menghasilkan pembacaan yang lebih akurat  untuk intensitas yang lebih tinggi. Alat ini akan membantu petugas kesehatan dalam mengukur intensitas fototerapi sehingga dapat memberikan dosis yang tepat.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WB 300-962 Therapeutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2020</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dan Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Universitas Airlangga</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_4347"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_4347_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repositori BKPK the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repositori BKPK does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repositori BKPK is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_4347_mods" ADMID="TMD_eprint_4347"></mets:div></mets:structMap></mets:mets>