<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2023-04-05T02:13:33Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:4414</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4414/</dc:relation>
        <dc:title>LAPORAN PROVINSI JAWA BARAT RIFASKES 2011  RUMAH SAKIT UMUM PEMERINTAH</dc:title>
        <dc:creator>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, -</dc:creator>
        <dc:subject>WX Hospitals and Other Health Facilities</dc:subject>
        <dc:subject>WX 150-190 Hospital Administration and Health Facility Administration</dc:subject>
        <dc:description>RINGKASAN EKSEKUTIF&#13;
Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes) 2011 mencakup Rumah Sakit Umum (RSU)&#13;
Pemerintah. Tujuan Rifaskes adalah untuk memperoleh informasi terkini tentang supply&#13;
pelayanan kesehatan di RSU Pemerintah. Survey ini mencakup Sumber Daya Manusia;&#13;
peralatan kesehatan penting dan canggih; penyediaan pelayanan pada tingkat wilayah dan&#13;
nasional (stock opname), dan pemetaan ketersediaan supply fasilitas RSU Pemerintah di&#13;
berbagai wilayah (kabupaten/kota/propinsi).&#13;
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, maka&#13;
yang dimaksud dengan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang&#13;
menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan&#13;
pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. RSU adalah rumah sakit yang&#13;
memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit.Rumah sakit&#13;
publik adalah rumah sakit yang dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah dan bahan&#13;
hukum yang bersifat nirlaba.&#13;
RSU Pemerintah yang telah berdiri sebelum Bulan Februari 2010 termasuk kedalam&#13;
kriteria inklusi sampel Rifaskes.RSU-RSU yang dulu pernah diklasifikasikan ke dalam RSU&#13;
Pemerintah tetapi kemudian mengalami perubahan kepemilikan dieksklusikan di dalam riset&#13;
ini. Indikator yang digunakan di dalam survei ini adalah beberapa indikator yang telah&#13;
ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan pelayanan-pelayanan yang sesuai dengan&#13;
Kepmenkes 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.&#13;
DataRifaskes 2011 untuk RSU Pemerintah merupakan hasil wawancara dan observasi&#13;
terhadap sejumlah data dukung dengan hasil sebagai berikut:&#13;
1. Karakteristik RSU Pemerintah. Distribusi RSU Pemerintah responden Rifaskes di&#13;
Provinsi Jawa Barat sejumlah 46 RSU Pemerintah di Provinsi Jawa Barat yang menjadi&#13;
responden Rifaskes 2011, terdiri dari 1 RSU Kelas A, 21 RSU Kelas B, 16 RSU Kelas C dan&#13;
8 RSU Pemerintah kelas D. Hampir seluruh RSU Pemerintah di Jawa Barat sudah&#13;
terakreditasi hanya 6 yang belum terakreditasi, 13 % sudah terakreditasi 16 Jenis&#13;
Pelayanan, 26,1 % terakreditasi 12 Jenis Pelayanan dan 47,8% terakreditasi 5&#13;
Jenis Pelayanan dan sisanya belum terakreditasi. 7 RSU pemerintah menjadi&#13;
wahana Pendidikan mahasiswa FK/PSPD, 3 diantaranya merupakan RS&#13;
Pendidikan Utama.&#13;
2. Sumber Daya Manusia RS. Keberadaan empat jenis spesialis medik dasar&#13;
(spesialis anak, spesialis bedah, penyakit dalam dan kebidanan kandungan) di&#13;
Provinsi Jawa Barat masih di atas rerata nasional. Demikian juga dengan&#13;
keberadaan spesialis penunjang medis. Tidak satupun RSU pemerintah di Jawa&#13;
Barat mengaku memiliki Spesialis Farmasi Klinik dan Mikrobiologi Klinik. Kondisi&#13;
ketersediaan dokter Gigi dan dokter gigi spesialis menunjukan kondisi diatas&#13;
rerata nasional, tidak hanya jumlah, jenisnya pun menunjukan bahwa Jawa Barat&#13;
memiliki hampir semua jenis spesialistik kedokteran Gigi.&#13;
Kondisi ketenagaan kesehatan RSU Pemerintah di Provinsi Jawa Barat pada&#13;
jenis tenaga bidan, tenaga farmasi, apoteker, tenaga kesehatan masyarakat,&#13;
tenaga gizi, tenaga keterapian fisik, fisioterapis, okupasi terapis, tenaga&#13;
[Type the company name]&#13;
LAPORAN PROVINSI JAWA BARAT RIFASKES 2011&#13;
RUMAH SAKIT UMUM PEMERINTAH iii&#13;
keteknisisan medis, radiografis, teknisi gigi, teknisi elektromedis, analis&#13;
kesehatan, refraksionis optisien, ortotis prostetis, perekam medis, dan tenaga&#13;
kesehatan lainnya di Provinsi Jawa Barat hampir semua lebih tinggi daripada&#13;
rerata nasional. Tidak satupun Jenis tenaga Kesehatan diatas tidak dimiliki oleh&#13;
RS di Provinsi Jawa Barat.&#13;
3. Sarana Penunjang. Seluruh RSU Pemerintah telah memiliki ketersediaan reservoir air&#13;
dan generator set. Uninteruptable Power Supply (UPS) hanya tersedia di sekitar 54,3%&#13;
RSU Pemerintah. Ketersediaan generator listrik di RSU Pemerintah adalah sebesar&#13;
100%. Dalam hal akses internet dan ketersediaan telepon, RSU Pemerintah di Provinsi&#13;
Jawa Barat (100% dan 97,8%) lebih tinggi daripada rerata Nasional. Seluruh RSU&#13;
Pemerintah telah memiliki ambulan, namun baru sekitar 56,5% yang mempunyai mobil&#13;
jenazah.&#13;
Secara umum terdapat 9740 tempat tidur RSU Pemerintah di Provinsi Jawa Barat,&#13;
dengan jumlah tempat tidur kelas 3 sebanyak 4701 buah (48,26%) dari keseluruhan&#13;
jumlah tempat tidur RSU Pemerintah di Provinsi Jawa Barat.&#13;
4. Klinik Rawat Jalan. Klinik Kebidanan dan kandungan dan Klinik gigi Mulut&#13;
merupakan jenis klinik rawat jalan yang terbanyak (100%) ditemukan di RSU pemerintah,&#13;
diikuti Klinik Anak, klinik Penyakit Dalam, dan Klinik Bedah (semuanya diatas&#13;
90%). Ketersediaan klinik di Jawa Barat hampir semuanya diatas rerata nasional,&#13;
kecuali klinik Geriatri dan klinik VCT, angkanya sedikit lebih rendah dari rerata&#13;
nasional.&#13;
5. Pelayanan RSU Pemerintah. Seluruh RSU Pemerintah di Jawa Barat sudah memiliki Unit&#13;
Gawat Darurat, Laboratorium Patologi Klinik, radiologi, Farmasi, dan Unit rekam&#13;
medis. Sedangkan semua RS mempunyai pelayanan binatu baik itu dilakukan&#13;
sendiri (97,8%) maupun Outsourching (2.2%). Sekitar 95,7% RSU Pemerintah di&#13;
Provinsi Jawa Barat telah memiliki pelayanan bedah. 69,6% RSU Pemerintah di Jawa&#13;
Barat sudah memiliki perawatan intensif.&#13;
Proporsi keberadaan pelayanan perinatal/neonatal RSU Pemerintah di Jawa Barat&#13;
sebesar 97,8% lebih tinggi dari proporsi keberadaan pelayanan perinatal Nasional&#13;
(92,4%). Proporsi keberadaan pelayanan Gizi sebesar 97,8%, 89,1% memiliki&#13;
Pelayanan Rehabilitasi Medik. Sekitar 47,8 % RSU Pemerintah (22 RSU Pemerintah) di&#13;
Provinsi Jawa Barat memiliki Unit Penyediaan Darah, berupa Unit Transfusi Darah&#13;
maupun berupa bank darah. 20 RSU (43,5%) RSU Pemerintah di Provinsi Jawa Barat&#13;
sudah mempunyai pelayanan sterilisasi sentral. Di Provinsi Jawa Barat sekitar 84,8 %&#13;
memiliki pelayanan pemulasaraan jenazah dan sekitar 87 % RSU Pemerintah di&#13;
Provinsi Jawa Barat sudah memiliki unit pengelola limbah.&#13;
6. Pemeriksaan Tuberkulosa. 87 % Laboratorium Patologi Klinik RSU Pemerintah di&#13;
Provinsi Jawa Barat ikut dalam program DOTS, 93,5% memiliki tenaga yang sudah dilatih&#13;
untuk pemeriksaan sputum BTA, dan 91,3 % melakukan pemeriksaan sputum BTA.&#13;
7. Pelayanan Obstetri Neonatal dan Emergensi Komprehensif (PONEK). Secara umum,&#13;
proporsi pemenuhan kriteria PONEK RSU Pemerintah di Provinsi Jawa Barat di atas&#13;
angka Nasional, hal ini berlaku untuk hampir seluruh kriteria yang telah ditetapkan.&#13;
Proporsi pemenuhan kriteria PONEK oleh RSU Pemerintah di Provinsi Jawa Barat&#13;
berkisar antara 19,6% (kriteria Waktu tanggap pelayanan darah ≤ 1 jam) sampai 82,6%&#13;
(Kriteria Tim siap operasi meskipun on call).&#13;
[Type the company name]&#13;
LAPORAN PROVINSI JAWA BARAT RIFASKES 2011&#13;
RUMAH SAKIT UMUM PEMERINTAH iv&#13;
8. Rumah Sakit Sayang Bayi. Terdapat 10 langkah menuju keberhasilan menyusui yang&#13;
menjadi indicator Rumah Sakit Sayang Bayi (Baby Friendly Hospital) yang dinilai dalam&#13;
Rifaskes; kebijakan tertulis mengenai penggunaan ASI eksklusif, pelatihan untuk&#13;
mendukung penggunaan ASI eksklusif, catatan ibu hamil berdiskusi mengenai ASI dan&#13;
manajemen laktasi, bayi setelah dilahirkan sesegera mungkin kontak dengan ibu, ibu&#13;
dibimbing melakukan Inisiasi Menyusu Dini, bimbingan kepada Ibu mengenai cara&#13;
menyusui, bayi diberi makanan lain selain ASI, kebijakan rawat gabung, menyusui bayi&#13;
kapanpun bayi lapar, serta keberadaan klinik laktasi.&#13;
Secara umum, RSU Pemerintah di Provinsi Jawa Barat sudah cukup memberikan&#13;
perhatian yang baik dalam hal pemenuhan 10 langkah keberhasilan menyusui. Proporsi&#13;
RSU yang melaksanakan setiap langkah menuju keberhasilan menyusui melebihi rerata&#13;
nasional. Salah satu diantaranya bahwa sebanyak 93,5% RSU pemerintah sudah&#13;
membimbing ibu untuk melakukan inisiasi menyusu dini (IMD).&#13;
9. Promosi Kesehatan di Rumah Sakit. Lebih dari 60 % RSU Pemerintah di Jawa Barat&#13;
sudah memiliki kebijakan tertulis mengenai kegiatan promosi kesehatan di RS, Kegiatan&#13;
Penyuluhan Kelompok/Massal, Kegiatan pemasangan spanduk, banner, poster&#13;
mengenai kesehatan. Sedangkan unit khusus yang mengelola dan menyelenggarakan&#13;
PKRS dimiliki oleh 56,5% RSU pemerintah. 37 % RSU Pemerintah di Provinsi Jawa Barat&#13;
sudah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan PKRS. Dan sisanya mungkin bisa saja&#13;
terjadi bahwa RS tidak mengalokasikan anggaran secara khusus untuk kegiatan promosi&#13;
kesehatan tetapi mengalokasikannya untuk kegiatan lain yang memiliki kemiripan,&#13;
misalnya kegiatan pemasaran. Dan hanya 21,7% RSU Pemerintah di Provinsi Jawa Barat&#13;
yang melakukan kegiatan pembinaan puskesmas&#13;
Kesimpulan&#13;
1. Secara umum, RSU Pemerintah dengan kelas yang lebih tinggi memiliki SDM,&#13;
Kesehatan, jenis pelayanan, kesesuaian standar, dan peralatan yang lebih baik&#13;
daripada kelas yang berada di bawahnya.&#13;
2. Masih terdapat RSU Pemerintah yang belum menjalankan pelayanan yang&#13;
diharuskan, misalnya tidak memiliki Instalasi Gizi, dan Binatu. Namun secara&#13;
keseluruhan hampir semua RSU Pemerintah di Jawa Barat sudah memiliki standar&#13;
kepemilikan pelayanan yang diharuskan sesuai dengan kelas masing-masing RSU&#13;
3. Masih ada RSU yang belum memiliki kesesuaian antara standar yang ditetapkan di&#13;
dalam masing-masing kelas RS dengan kondisi yang dimiliki, baik dalam hal&#13;
ketenagaan dan peralatan yang dibutuhkan untuk setiap pelayanan RS.&#13;
4. Masih terdapat RSU Pemerintah yang belum memiliki kemampuan optimal di&#13;
dalam menunjang pencapaian indikator Millenium Development Goals, misalnya&#13;
dalam hal penanganan Tuberkulosis dan HIV-AIDS.&#13;
5. Kemampuan RSU Pemerintah dalam menghadapi kasus-kasus emergensi kebidanan&#13;
dan kandungan, serta neonatal masih belum optimal, hal ini terlihat dari masih&#13;
adanya RSU Pemerintah yang belum mampu memenuhi Kriteria Umum RS PONEK.&#13;
6. Perhatian RSU Pemerintah terhadap kegiatan promosi kesehatan di RS masih&#13;
belum optimal. Kurangnya perhatian RSU Pemerintah terhadap kegiatan promosi&#13;
kesehatan di RS juga tercermin dari adanya rumah sakit yang belum memiliki&#13;
[Type the company name]&#13;
LAPORAN PROVINSI JAWA BARAT RIFASKES 2011&#13;
RUMAH SAKIT UMUM PEMERINTAH v&#13;
peralatan standar promosi kesehatan di rumah sakit dan minimnya kegiatan&#13;
promosi kesehatan di RS.&#13;
Saran&#13;
1. Perlu dilakukan identifikasi terhadap kesesuaian kelas RSU Pemerintah dengan&#13;
kemampuan dan kondisi sebenarnya yang dimiliki oleh RSU Pemerintah. Kesesuaian&#13;
kelas mengacu pada persyaratan Permenkes Nomor 340 Tahun 2010 tentang Klasifikasi&#13;
Rumah Sakit&#13;
2. Pemerintah perlu memperhatikan keberadaan dan distribusi SDM kesehatan yang&#13;
dibutuhkan oleh RSU pemerintah, khususnya empat jenis dokter spesialis pelayanan&#13;
medik spesialistik dasar.&#13;
3. Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan pemilik RSU Pemerintah lainnya, seperti&#13;
TNI/Polri, BUMN, Kementerian dalam Negeri, dan Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota,&#13;
untuk bersama-sama melakukan upaya untuk dapat memenuhi standar RS yang telah&#13;
ditetapkan. Kerjasama juga dilakukan untuk mengurangi kesenjangan baik antara RSU&#13;
yang berbeda kepemilikan maupun antara kondisi geografis.&#13;
4. Dipertimbangkan untuk pengembangan konsep rujukan regional dengan memperkuat&#13;
keberadaan, sebaran, dan kemampuan pelayanan perawatan intensif tersier (NICU,&#13;
PICU, dan CICU/ICCU) pada sarana pelayanan kesehatan rujukan yang terpilih.&#13;
5. Perlu penguatan kemampuan RSU Pemerintah di dalam Pelayanan Obstetri Neonatal&#13;
Emergensi Komprehensif (PONEK). Kemampuan RSU Pemerintah dalam menangani&#13;
kasus-kasus kegawatdaruratan pada Ibu dan bayi membutuhkan keberadaan dan&#13;
kelengkapan pelayanan serta keterampilan petugas yang memenuhi kriteria sebagai RS&#13;
PONEK.&#13;
6. Masih banyak RSU Pemerintah yang belum memenuhi kriteria 10 langkah keberhasilan&#13;
menyusui. Perlu upaya untuk meningkatkan pemahaman petugas mengenai ASI Eksklusif&#13;
dan Inisiasi Menyusui Dini, serta kemampuan melakukan persuasi kepada ibu dan&#13;
keluarga. Selain itu, peningkatan keberadaan klinik laktasi di RSU Pemerintah hendaknya&#13;
menjadi perhatian dari pengelola RSU Pemerintah&#13;
7. Perhatian pengelola RSU Pemerintah terhadap kegiatan-kegiatan promosi kesehatan di&#13;
RS, perlu ditingkatkan terkait dengan kedudukan RS sebagai institusi pelayanan&#13;
kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan perorangan paripurna (promotif,&#13;
preventif, kuratif, dan rehabilitatif).</dc:description>
        <dc:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</dc:publisher>
        <dc:date>2011</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>en</dc:language>
        <dc:identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4414/1/LAPORAN%20RSU%20RIFASKES%20JAWA%20BARAT.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, -  (2011) LAPORAN PROVINSI JAWA BARAT RIFASKES 2011 RUMAH SAKIT UMUM PEMERINTAH.  Project Report. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta.     </dc:identifier>
        <dc:relation>WX IND 2011</dc:relation>
        <dc:identifier>WX IND 2011</dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>