<mets:mets OBJID="eprint_447" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-07-06T00:27:17Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repositori BKPK</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_447_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Riset Khusus Pencemaran Lingkungan Kawasan Pertambangan Batubara Kabupaten Muara Enim Propinsi Sumatera Selatan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given"></mods:namePart><mods:namePart type="family">Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan bahan galian (tambang), bahan galian itu meliputi emas, perak, tembaga, batubara, minyak dan gas bumi. Kegiatan pertambangan dan lingkungan hidup adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, dimana eksportir batubara terbesar kedua di dunia (setelah Australia, 2006). Pembangunan industri pada sektor usaha di bidang pertambangan batu bara adalah suatu upaya pemerintah dalam meningkatkan devisa negara dan bila ditinjau dari segi pola kehidupan masyarakat sangat berhubungan langsung dengan peningkatan kebutuhan barang dan jasa, pemakaian sumber-sumber energi dan sumber daya alam. Penggunaan sumber daya alam secara besar-besaran dengan mengabaikan lingkungan dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif yang terasa dalam jangka pendek maupun jangka panjang.  Pencemaran udara akibat debu partikel dapat menyebabkan penyakit pneumokoniosis. Penyakit ini telah cukup banyak diderita oleh pekerja tambang batubara yang sudah bekerja selama lebih dari sepuluh tahun. Selain pencemaran udara, pertambangan batubara juga menghasilkan limbah cair dari hasil pencucian batubara yang kemudian mengalir keluar dari industri. Limbah ini kemudian mencemari air permukaan tanah yang digunakan oleh masyarakat sekitar untuk keperluan sehari-hari. Untuk melihat dampak pertambangan batubara telah dilakukan penelitian di lingkungan tempat tinggal penduduk di sekitar pertambangan batubara bukit asam Kabupaten Muara Enim, propinsi Sumatera Selatan, sebagai wilayah perlakuan yaitu di Kecamatan Lawang Kidul dan wilayah bukan perlakuan di Kecamatan Lembak.  Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan data dasar pencemaran lingkungan akibat aktifitas dari industri pertambangan batubara yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Untuk melihat hubungan antara paparan debu batubara dengan terjadinya penyakit pneumokoniosis pada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pertambangan batubara, maka desain penelitian menggunakan desain cross sectional.  Hasil penelitian menunjukkan Keadaan Kualitas udara indoor untuk para meter PM2,5, H2S, S02, NO2 di wilayah perlakuan lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah bukan perlakuan, demikian pula kualitas udara outdoor parameter PM10, H2S, S02, NO2 di wilayah perlakuan lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah bukan perlakuan, sedangkan untuk parameter debu silica dan metan di kedua wilayah nilainya tidak berbeda. Angka-angka tersebut masih dibawah nilai ambang batas yang diperkenankan.  Angka kejadian ISPA, dilokasi terpapar lebih tinggi dibandingkan non terpapar, Angka kejadian Pneumokoniasis tidak ditemukan dia dua lokasi penelitian. Hasil pemeriksaan foto rontgen di kedua lokasi tidak terindikasi adanya kasus pneumokoniasis. Paparan debu akibat penambangan batubara tidak ada hubungannya dengan penyakit ISPA dan Pneumokoniasis.  Kualitas kimia badan air, air minum, makanan dan tanah belum tercemar oleh limbah batubara. Upaya Pemda Kalimantan Tengah dan Jambi sudah cukup baik dalam menanggulangi dan mencegah pencemaran batubara. Pengetahuan sikap dan perilaku para tokoh masyarakat tentang dampak penambangan batubara sudah cukup baik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WA 670-847 Sanitation. Environmental Control</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2012</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_447"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_447_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repositori BKPK the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repositori BKPK does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repositori BKPK is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_447_mods" ADMID="TMD_eprint_447"></mets:div></mets:structMap></mets:mets>