<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2025-07-28T01:28:45Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:4527</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4527/</dc:relation>
        <dc:title>Laporan Akhir Penelitian Standarisasi Tanaman Sambiloto  (Andrographis paniculata Ness di Tawangmangu (Penentuan umur panen  dan waktu tenggang antara panen sampai proses pengeringan)</dc:title>
        <dc:creator>Jokopriyambodo, Wahyu</dc:creator>
        <dc:subject>QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</dc:subject>
        <dc:description>Tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Ness) merupakan tanaman obat yang banyak digunakan dan telah banyak dilakukan penelitian fannakologinya. Salah satu kandungannya (androbrrapholit) berfungsi untuk pelindung ha.ti dari parasetamol, antiplatelet dan antihepatotoksik. Dari Kandungannya ini maka diteliti tentang budidaya tanaman tersebut dengan parameter kwalitas andrographolit disamping biomasanya. Penelitian dilakukan di lapangan untuk mengetahui pertmnbuhan dan basil biomasa dan dilanjutkan di laboratorium. Penelitian di lapangan dengan menggunakan&#13;
rancangan acak dengan setiap bulan dilakukan pemanenan. Setelah bahan kering dilanjutkan di laboratorium untuk melihat kadar androbrrapolitnya. Uji kandungan andrographolit dilakukan dengan menggunakan TLC-densitometer.&#13;
Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa kadar andrographolit tidak menunjukan variasi kadar selama siklus hidupnya. Umur panen paling baik bila dilaksanakan pada umur 3 bulan karena pada umur tersebutjumlah biomasa yang terbentuk paling tinggi</dc:description>
        <dc:publisher>Balai Penelitian Tanaman Obat</dc:publisher>
        <dc:date>2003</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/4527/1/FAR-423A-STANDARISASI%20TANAMAN%20SAMBILOTO%20DI%20TAWANGMANGU.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Jokopriyambodo, Wahyu  (2003) Laporan Akhir Penelitian Standarisasi Tanaman Sambiloto (Andrographis paniculata Ness di Tawangmangu (Penentuan umur panen dan waktu tenggang antara panen sampai proses pengeringan).  Project Report. Balai Penelitian Tanaman Obat, Jawa Tengah.    (Unpublished)  </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>