<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Jumlah Protein Ikani Dalam Protein Makanan Sehari-hari Masyarakat Indonesia Menurut Neraca Bahan Makanan dan Konsumsi Susenas 1976</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Lie</mods:namePart><mods:namePart type="family">Goan-Hong</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pola makanan Indonesia yang dianjurkan terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan dan susu (khusus untuk anak bayi). Pola ini dikenal sebagai Empat Sehat-Lima Sempurna.&#13;
&#13;
Lauk-pauk merupakan suatu sumber protein yang penting, walau­pun bukan sumber protein utama dalam menu Indonesia. Penting, karena lauk-pauk harus memberikan protein yang akan mensuplementir protein yang diperoleh dari makanan pokok. Hanya dengan demikian mutu/nilai gizi protein makanan dapat diperbaiki.&#13;
&#13;
Dengan perbaikan mutu/nilai gizi protein, effisiensi penggunaan protein untuk sintesa prokin jaringan dapat dipertinggi, akan tetapi hanya mungkin apabila jumlah energi sehari-hari ada dalam jumlah yang cukup.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WA Public Health</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">1976</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>