<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Laporan Penelitian Hubungan Ketahanan Fisik dengan Keadaan Gizi dan Anemi Gizi Besi</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Darwin</mods:namePart><mods:namePart type="family">Karyadi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Anemi gizi dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan anemi dengan&#13;
kadar hemoglobin (Hb1), hematokrit (Ht) atau jumlah sel darah merah yang rendah dari nada normal sebagai akibat kekurangan satu atau lebih zat gizi esensiil, tanpa menghiraukan sebab dari pada kekurangan tersebut (W.H.O., 1968, 1972)&#13;
Data prevalensi anemi yang dikumpulkan pada penelitian oleh Balai &#13;
Penelitian Gizi Departemen Kesehatan pada berbagai golongan umur sejak PELITA I menunjukkan cukup luas masalahnya seperti dikemukakan oleh PRAWIRANEGARA, dkk. (1973) pada Kongres II Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia, di Surabaya. Sudah sewajarnyalah bila dalam rangka usaha perbaikan gizi dalam PELITA II masalah anemi gizi juga perlu mendapat perhatian seperti masalah gizi lainnya. Mengingat prevalensi anemi gizi dan konsekuensi sosialnya, maka dari urutan prioritas, anemi gizi oleh karena,&#13;
kekurangan besi atau anemi gizi besi perlu mendapat perhatian yang utama.&#13;
Besarnya prevalensi anemi gizi serta luasnya "impact" sosial-ekonomi&#13;
yang ditimbulkannya mendorong .penulis untuk melakukan penelitian ini yang terdiri atas dua bagian. Penelitian pertama meliputi 573 pekerja pem­bangunan di tiga tempat yaitu Rentang dan Saladarma di Jawa Barat dan Lapangan Udara Halim Perdanakusumah di Jakarta. Penelitian kedua meli­puti 414 pekerja perkebunan karet di Sukamaju dan Cibungur, Sukabumi, dan dilanjutkan dengan program suplementasi besi terhadap 300 pekerja selama 2 bulan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WA Public Health</mods:classification><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>