%0 Report %9 Project Report %A Salimar %A Sulistijowati, Asri %A Aditianti %A Kartono, Djoko %D 2010 %F bkpkkemkes:493 %K Usia Sekolah; Status Gizi %T Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun) Di Indonesia %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/493/ %X Latar Belakang: Keberhasilan pembangunan nasional suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas. Anak usia sekolah adalah generasi penerus bangsa, kualitas bangsa di masa depan ditentukan oleh kualitas anak-anak saat ini. Kekurangan pangan dan gizi dapat merusak kualitas SDM. Hasil Riskesdas 2007 menunjukkan tingginya masalah gizi pada anak usia sekolah di Indonesia. Tujuan: Analisis bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi (stunting) anak usia sekolah (6-12 tahun) di Indonesia. Manfaat Analisis: Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang kondisi status gizi (stunting) anak usia sekolah (6-12 tahun) dan jadi masukan pada pemerintah daerah dalam menentukan program perbaikan gizi pada usia sekolah. Metode: Disain penelitian adalah cross sectional (potong lintang), dimana hanya menyoroti satu periode waktu. Sampel penelitian adalah semua anak berumur 6-12 tahun yang menjadi sampel Riskesdas 2010 yang memenuhi kiriteria inklusi. Analisis faktor untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi (Stunting) pada anak usia sekolah digunakan regresi logistik dengan metode Enter. Hasil: Hasil analisis multivariate, menunjukkan dari sembilan variable yang masuk dalam model, ada tiga variable yang berhubungan dengan status gizi (stunting) anak usia sekolah (6-12 tahun), yaitu besar keluarga, pekerjaan KK, pendidikan KK, dan pendidikan Ibu. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan status gizi (stunting) anak usia sekolah (6-12 tahun) adalah besar keluarga, pekerjaan KK, pendidikan KK, dan pendidikan Ibu.