<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengetahuan, Sikap dan Prilaku Ibu Rumah Tangga terhadap Obat Tradisional di Desa Tapos, Bogor dan Faktor-foktor yang Mempengaruhinya</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sudibyo</mods:namePart><mods:namePart type="family">Supardi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>WHO melalui resolusi tahun 1977 menyatakan bahwa pelayanan kesehatan masyarakat tidak dapat merata sampai tahun 2000 tanpa mengikut sertakan sistem pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional antara lain menggunakan obat tradisional, yang terdiri dari simpllisia, jamu gendong, jamu berbungk:us dan obat fitoterapi.   Dalam upaya pembinaan dan pemanfaatan obat tradisional agar dapat digunakan oleh masyarakat desa, diperlukan  informasi tentang penggunaan obat tradisional. dan faktor yarng berhubungan dengannya. Untuk mendapakan informasi tersebut dilakukan survai secara cross sectional terhadap 274 ibu rumah tangga di desa Tapos, Bogor, yang dipilih sercara multistage random sampling. Data dikumpulkan dengan cara mewawancarai responden di rumahnya menggunakan quesioner. Untuk analisis data dilakukan uji Chi-square dan uji Phi atau Cramer?s V.  Dari basil dan pembabasan disimpulkan sebagai berikut  1. Dari karakteristik ibu rumah tangga yang berupa umur, jumlab anak, pendidikan dan pekerjaan, hanya bubungan pendidikan dan pekerjaan ibu rumab tangga dengan penge-tahuan tentang obat tradisional yang bermakna.   2. Hubungan antara pengetabuan ibu rumah tangga tentang obat tradisional, sikap terhadap obat tradisional, kepercayaan terhadap khasiat obat tradisional dan ketersediaan obat tradisional dengan penggunaan obat tradisional secara statistik bermakna. Keeratan hubungan terutama pada ketersediaan, lalu kepercayaan terhadap khasiat, pengetahuan dan terakhir sikap.  3. Ibu rumah tangga di desa Tapos yang menggunakan obat selama satu bulan sebesar 37,6%.  4. Penggunaan obat tradisional oleh ibu rumah tangga di desa Tapos keebanyakan berupa simplisia nabati, digunakan untuk pengobatan sariawan, pegel linu dan menjaga kesehatan, beralasan karena manjur/cocok, 1-4  kali sebulan, secara gratis/tidak membayar dan mengetahui manfaatnya dari orang tua.   5. Ibu rumah tangga di desa Tapos kebanyakan lebih mengenal simplisia nabati daripada jamu berbungkus maupun jamu gendong.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WB 1-117 Reference Works. General Works</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">1990</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>