%0 Journal Article %@ 0853-9987 %A Mubasyiroh, Rofingatul %A Idaiani, Sri %A Suryaputri, Indri Yunita %D 2020 %F bkpkkemkes:5020 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %K kesehatan jiwa; gejala depresi; pengobatan %N 1 %P 45-54 %R https://doi.org/10.22435/mpk.v30i1.2690 %T Perilaku Pencarian Pengobatan pada Penduduk dengan Gejala Depresi %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5020/ %V 30 %X Kesehatan jiwa merupakan bagian dari kesehatan. Depresi adalah salah satu common mental health yang berkaitan dengan masalah kesehatan yang lain, dan penyumbang Years Life with Disability (YLD) yang besar. Namun diperkirakan masih ada 76% dan 85% penderita di negara pendapatan rendah dan negara berpendapatan menengah yang tidak mendapatkan layanan penanganan masalah gangguan yang mereka alami. Penelitian ini merupakan analisis lanjut data IFLS-5 untuk melihat gambaran perilaku pencarian pengobatan pada penduduk dengan kondisi gejala depresi serta faktor yang berkaitan dengannya. Analisis dilakukan pada penduduk usia 15 tahun ke atas. Proporsi gangguan gejala depresi sebesar 23,4%, dengan proporsi lebih tinggi pada perempuan, penduduk tidak bekerja, tinggal dalam keluarga besar, pada kelompok usia remaja-dewasa muda, dan terus menurun seiring peningkatan usia. Sejumlah 12,5% penduduk dengan gejala depresi yang melakukan pencarian pengobatan. Tampak bahwa perempuan lebih berpeluang signifikan untuk mengakses layanan kesehatan. Peluang untuk mengakses layanan kesehatan semakin besar seiring peningkatan usia. Kepemilikan asuransi (semua jenis asuransi) dan tinggal di wilayah perkotaan terbukti signifikan meningkatkan peluang seseorang mengakses layanan kesehatan. Masih rendahnya pencarian pengobatan menjadi tugas bersama untuk memperkecil treatment gap , dengan lebih memperhatikan kelompok rentan seperti usia muda, tidak memiliki asuransi, dan tinggal di perdesaan.