<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Perilaku Pencarian Pengobatan pada Penduduk dengan Gejala Depresi</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rofingatul</mods:namePart><mods:namePart type="family">Mubasyiroh</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Idaiani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Indri Yunita</mods:namePart><mods:namePart type="family">Suryaputri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kesehatan jiwa merupakan bagian dari kesehatan. Depresi adalah salah satu &#13;
common mental health&#13;
yang berkaitan dengan masalah kesehatan yang lain, dan penyumbang &#13;
Years Life with Disability&#13;
 (YLD) &#13;
yang besar. Namun diperkirakan masih ada 76% dan 85% penderita di negara pendapatan rendah dan &#13;
negara berpendapatan menengah yang tidak mendapatkan layanan penanganan masalah gangguan &#13;
yang mereka alami. Penelitian ini merupakan analisis lanjut data IFLS-5 untuk melihat gambaran perilaku &#13;
pencarian  pengobatan  pada  penduduk  dengan  kondisi  gejala  depresi  serta  faktor  yang  berkaitan  &#13;
dengannya.  Analisis dilakukan pada penduduk usia 15 tahun ke atas. Proporsi gangguan gejala depresi &#13;
sebesar 23,4%, dengan proporsi lebih tinggi pada perempuan, penduduk tidak bekerja, tinggal dalam &#13;
keluarga besar, pada kelompok usia remaja-dewasa muda, dan terus menurun seiring peningkatan usia. &#13;
Sejumlah  12,5%  penduduk  dengan  gejala  depresi  yang  melakukan  pencarian  pengobatan.  Tampak  &#13;
bahwa perempuan lebih berpeluang signifikan untuk mengakses layanan kesehatan. Peluang untuk &#13;
mengakses layanan kesehatan semakin besar seiring peningkatan  usia. Kepemilikan asuransi (semua &#13;
jenis asuransi) dan tinggal di wilayah perkotaan terbukti signifikan meningkatkan peluang seseorang &#13;
mengakses layanan kesehatan. Masih rendahnya pencarian pengobatan menjadi tugas bersama untuk &#13;
memperkecil &#13;
treatment  gap&#13;
,  dengan  lebih  memperhatikan  kelompok  rentan  seperti  usia  muda,  tidak  &#13;
memiliki asuransi, dan tinggal di perdesaan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WM 1-110 Reference Works. General Works</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2020-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>