<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Fullpages Media Litbangkes Vol 30 No 1 Tahun 2020</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Redaksi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Salam sehat,&#13;
Berjumpa kembali dengan Media Penelitian dan Pengembangan&#13;
Kesehatan Volume 30 No. 1 Maret 2020 yang kali ini hadir dengan delapan&#13;
artikel.&#13;
Sebagai pembuka, artikel pertama yang dibawakan oleh Ayun Sriatmi, dkk&#13;
berjudul “Dapatkah Kelas Ibu Hamil Model Virtual Meningkatkan Praktik&#13;
Pencegahan Risiko Tinggi Kehamilan?” Ketidakmampuan ibu hamil&#13;
mengidentifikasi dan mengenali tanda bahaya kehamilan mengindikasikan&#13;
rendahnya pengetahuan, sikap dan persepsi ibu tentang kehamilan sehat,&#13;
yang berdampak pada rendahnya praktik pencegahan risiko tinggi&#13;
kehamilan. Program Kelas Ibu Hamil (KIH) Virtual mempengaruhi praktik&#13;
ibu hamil dalam pencegahan risiko tinggi kehamilan dan mampu&#13;
meningkatkan praktik tersebut dengan lebih baik dibandingkan model&#13;
konvensional.&#13;
Artikel kedua yang berjudul “Pemberdayaan Kader Gemari dalam&#13;
Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Ibu Usia Remaja terhadap&#13;
Perencanaan Keluarga di Kabupaten Bengkulu Tengah” ditulis oleh Demsa&#13;
Simbolon, dkk. Pernikahan Usia Remaja berdampak pada rendahnya&#13;
tingkat pendidikan, tingginya angka kejadian kekerasan dalam rumah&#13;
tangga, tingginya masalah kesehatan reproduksi, masalah kesehatan pada&#13;
anak yang dilahirkan dan kesehatan psikologi anak karena ibu usia remaja&#13;
kurang mampu merencanakan keluarga. Melalui pendampingan kader&#13;
GEMARI dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu usia remaja&#13;
tentang perencanaan keluarga. &#13;
Artikel ketiga pada edisi kali ini berjudul “Pemetaan Berita Online tentang&#13;
Imunisasi Measles Rubella Tahun 2018 di Indonesia”. Artikel yang&#13;
dibawakan oleh Febri Sri Lestari dkk menggambarkan bahwa pemberitaan&#13;
lebih didominasi berita berskala nasional, yang lebih menggambarkan&#13;
pesan yang bersifat positif. Sementara itu, wilayah provinsi yang menjadi&#13;
sumber berita terbanyak adalah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)&#13;
dengan pemberitaan berkecenderungan negatif.&#13;
Artikel keempat yang dibawakan oleh Fajar Novianto dkk berjudul&#13;
"Pengaruh Formula Jamu Temulawak, Kunyit, dan Meniran terhadap&#13;
Kebugaran Jasmani: Suatu Studi Klinik". Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menilai keamanan dan khasiat formula jamu temulawak, kunyit, dan&#13;
meniran terhadap kebugaran jasmani. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
formula jamu temulawak, kunyit, dan meniran aman terhadap profil darah,&#13;
hati dan ginjal serta dapat membantu meningkatkan kebugaran jasmani&#13;
yaitu kebugaran kardiovaskular.&#13;
Hasil penelitian di artikel kelima menunjukkan perilaku pencarian&#13;
pengobatan oleh individu yang mengalami gejala depresi masih rendah.&#13;
Masih rendahnya pencarian pengobatan menjadi tugas bersama untuk&#13;
memperkecil treatment gap, dengan lebih memperhatikan kelompok rentan&#13;
seperti usia muda, tidak memiliki asuransi, dan tinggal di perdesaan. Artikel&#13;
dengan judul “Perilaku Pencarian Pengobatan pada Penduduk dengan&#13;
Gejala Depresi”, ditulis oleh Rofingatul Mubasyiroh dkk. &#13;
Artikel yang keenam berjudul “Uji Efikasi Nanoinsektisida Komposisi Perak&#13;
Tembakau (Nicotiana tabacum) terhadap Aedes aegypti" ditulis oleh Sri&#13;
Wahyuni Handayani dkk. Artikel ini menggambarkan uji efikasi&#13;
nanoinsektisida tembakau (Nicotiana tabacum) yang diformulasikan&#13;
dengan perak sebagai sarana pengendalian Aedes aegypti stadium&#13;
pradewasa.  &#13;
Artikel ketujuh yang ditulis oleh Andi Leny Susyanty, dkk berjudul&#13;
“Kesesuaian Penyelenggaraan Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas”.&#13;
Penelitian ini bertujuan mengetahui kesesuaian pelaksanaan standar&#13;
pelayanan kefarmasian dalam pengelolaan obat dan farmasi klinik di&#13;
puskesmas. Salah satu hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak&#13;
54,5% puskesmas belum mempunyai tenaga apoteker sebagai&#13;
penanggung jawabnya.&#13;
Artikel terakhir yang berjudul "Strategi Penguatan Peran Lintas Sektor&#13;
untuk Intervensi Lingkungan dalam Sistem Kewaspadaan Dini&#13;
Leptospirosis di Kota Semarang Tahun 2017-2018", menggambarkan&#13;
bahwa strategi penguatan peran lintas sektor untuk intervensi lingkungan&#13;
dalam sistem kewaspadaan dini leptospirosis berhasil dilakukan. Artikel&#13;
yang dibawakan oleh Diana Andriyani Pratamawati dkk menjadi artikel&#13;
penutup untuk edisi kali ini.&#13;
Akhir kata, Redaksi Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan&#13;
mengucapkan selamat menikmati sajian kali ini.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WA Public Health</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2020-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>