%0 Journal Article %@ 0125 – 9695 %A Wulandari, Ratna Dwi %A Laksono, Agung Dwi %D 2021 %F bkpkkemkes:5032 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Buletin Penelitian Kesehatan %K Kehamilan tidak diinginkan; Wanita usia subur; Penggunaan kontrasepsi; Keluarga berencana; Kesehatan ibu %N 3 %P 155-166 %R https://doi.org/10.22435/bpk.v49i3.4650 %T Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kehamilan Tidak Diinginkan di Indonesia %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5032/ %V 49 %X Kehamilan yang tidak diinginkan dapat menyebabkan terminasi kehamilan, yang berujung pada risiko. Studi menganalisis faktor yang mempengaruhi kehamilan tidak diinginkan di Indonesia. Unit analisis wanita usia 15-49 tahun yang melahirkan dalam lima tahun terakhir. Besar sampel 36.472 responden. Variabel penelitian adalah kehamilan tidak diinginkan, tempat tinggal, usia, pendidikan, pasangan, pekerjaan, kekayaan, paritas, terminasi kehamilan, pengambil keputusan akses perempuan terhadap pelayanan kesehatan, akses informasi KB di radio, televisi, dan surat kabar/majalah. Analisis tahap akhir menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di perkotaan 1,834 kali lebih mungkin mengalami kehamilan yang tidak diinginkan dibandingkan perempuan di perdesaan. Usia 20-24 tahun 0,202 kali lebih mungkin mengalami kehamilan yang tidak diinginkan dibandingkan kelompok 15-19 tahun. Wanita dengan pendidikan menengah 1,447 kali lebih mungkin mengalami kehamilan yang tidak diinginkan daripada yang tidak berpendidikan. Kelompok yang lebih miskin 1,190 kali lebih mungkin mengalami kehamilan yang tidak diinginkan daripada yang paling miskin. Multiparitas adalah determinan kuat dari kehamilan yang tidak diinginkan. Riwayat kehamilan, keputusan suami, dan akses informasi KB di radio/televisi merupakan faktor risiko terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. Studi menyimpulkan delapan variabel yang mempengaruhi kehamilan yang tidak diinginkan.