<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Perubahan IMT pada Penderita Hipertensi Sebelum dan Selama&#13;
Masa Pandemi Covid-19</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Woro</mods:namePart><mods:namePart type="family">Riyadina</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Lely</mods:namePart><mods:namePart type="family">Indrawati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Felly Philipus</mods:namePart><mods:namePart type="family">Senewe</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Perubahan Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan prediktor utama dalam pengendalian tekanan darah&#13;
khususnya di masa pendemi COVID-19. Artikel bertujuan mengukur perubahan IMT sebelum dan pada&#13;
masa COVID-19 untuk pengendalian obesitas pada penderita hipertensi. Artikel ini merupakan hasil analisis&#13;
lanjut dari sumber data Studi Kohor Faktor Risiko PTM Bogor dan studi Dampak Masa Pandemi COVID-19&#13;
pada Upaya Pelayanan Kesehatan dan Kesehatan Mental tahun 2020 pada 750 kasus hipertensi periode&#13;
2011-2018. Variabel dependen adalah perubahan IMT yang dikategorikan menjadi 3 yaitu stabil, turun,&#13;
naik berdasarkan cut off rerata perbedaan IMT. Variabel independen meliputi karakteristik demografi (umur,&#13;
jenis kelamin, pekerjaan), kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), perilaku (merokok, olahraga,&#13;
lama duduk), status penyakit (gangguan mental emosional, komorbid), pemantauan (tekanan darah, tinggi&#13;
badan, berat badan) dan perilaku pengobatan. Data dianalisis dengan regresi logistik multinomial. Proporsi&#13;
penderita hipertensi yang mengalami perubahan IMT stabil, turun dan naik, masing-masing sebesar 24,5&#13;
persen, 49 persen dan 26,5 persen. Faktor-faktor yang berhubungan bermakna dengan perubahan IMT&#13;
turun pada penderita hipertensi adalah obesitas dengan risiko 1,7 kali (95% CI 1,1– 2,6) dibanding normal&#13;
dan stress 4,8 kali (95% CI 1,4 – 16,0), sedangkan faktor perubahan IMT naik yang berhubungan bermakna&#13;
adalah obesitas risiko protektif 0,6 kali (95% CI 0,4 -0,9) dibandingkan tidak obese, lama duduk lebih dari&#13;
5,5 jam berisiko 1,6 (95% CI 1,1 – 2,6), serta merokok ≥200 batang/hari berisiko 4,2 kali (95% CI 1,4 –&#13;
13,0) dibandingkan bukan perokok. Saran perlu upaya menjaga IMT tetap stabil dengan cara melakukan&#13;
aktifitas fisik, mengelola stres dan tidak merokok.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WG Cardiovascular System</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2021-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>