<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Dampak Depresi Parental Terhadap Kejadian Stunting Di Indonesia (The Effect Of Parental Depression On Stunting In Indonesia)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ika</mods:namePart><mods:namePart type="family">Saptarini</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Anissa</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rizkianti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Prisca Petty</mods:namePart><mods:namePart type="family">Arfines</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kondisi stunting dapat menyebabkan terjadinya kerusakan kognisi pada anak. Risiko anak mengalami&#13;
malnutrisi kronis seperti stunting semakin meningkat dengan kurangnya pengasuhan akibat depresi yang&#13;
dialami oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh depresi parental terhadap kejadian stunting&#13;
di Indonesia. Data yang digunakan adalah data Indonesia Family Life Survey (IFLS) yaitu survei longitudinal&#13;
dengan keterwakilan 83 persen dari seluruh populasi di Indonesia. Data yang digunakan adalah IFLS4 dan&#13;
IFLS5 yang merupakan dua wave survei pada tahun 2007/2008 dan 2014/2015. Unit analisis adalah anak&#13;
usia 0-59 bulan yang tinggal bersama orangtua serta memiliki informasi lengkap tentang pengukuran tinggi&#13;
badan dengan total sampel 2.224 anak pada IFLS4 dan diikuti sampai IFLS5. Informasi depresi diperoleh&#13;
berdasarkan instrumen Center for Epidemiological Studies Depression versi 10 pertanyaan (CESD-10)&#13;
yang ditanyakan kepada orangtua. Sedangkan stunting dinilai berdasarkan hasil pengukuran tinggi badan&#13;
menurut umur pada anak. Variabel kontrol yang diteliti antara lain tipe daerah, usia ibu saat melahirkan,&#13;
pendidikan ibu, status pekerjaan, status ekonomi, sanitasi, tinggi ibu, berat lahir anak, jenis kelamin anak&#13;
dan urutan kelahiran anak. Pengaruh depresi parental terhadap kejadian stunting dianalisis menggunakan&#13;
metode regresi logistik panel dengan efek random. Hasil penelitian menunjukkan depresi maternal (OR&#13;
0,89; 95% CI: 0,65-1,24) dan paternal (OR 0,87; 95% CI: 0,63-1,21) tidak berpengaruh secara bermakna&#13;
terhadap kejadian stunting. Peluang terjadinya stunting lebih tinggi pada anak di perdesaan, memiliki&#13;
sanitasi yang tidak layak, berat badan lahir rendah dan merupakan anak ketiga. Perlu adanya penelitian&#13;
lebih lanjut mengenai depresi parental dengan instrumen yang seragam.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WS 113-141 Child Care. Nutrition. Physical Examination</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2020-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>