relation: http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5086/ title: Infeksi Plasmodium Berghei Anka pada Mencit Galur Swiss Webster dan C57bl/6 Sebagai Model Malaria Serebral PLASMODIUM BERGHEI ANKA INFECTIONIN STRAIN MICE SWISS creator: Reno Intan, Putri creator: Febrianti, Tati creator: Marleta Dewi, Rita subject: WC 680-950 Tropical and Parasitic Diseases description: Malaria serebral merupakan salah satu komplikasi infeksi Plasmodium falciparum dan dapat menyebabkan kematian pada manusia. Infeksi Plasmodium berghei ANKA (PbA) pada mencit galur C57BL/6 banyak digunakan untuk penelitian malaria serebral. Di Indonesia, mencit Swiss webster banyak digunakan sebagai hewan coba untuk malaria, namun penelitian untuk menilai perbedaaan histopatologi otak, kadar TNFα dan derajat parasitemia pada Swiss webster yang diinfeksi PbA masih terbatas. Oleh sebab itu dilakukan infeksi P. berghei galur ANKA pada mencit Swiss webster dan C57BL/6 sebagai model malaria serebral. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan desain post-test only control group. Masing-masing galur hewan coba dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok PbA (diinfeksi dan diberi akuades), DHP (diinfeksi dan diberi Dihidroartemisinin piperakuin), dan sehat (mencit yang tidak diinfeksi PbA yang diberi akuades). Pengujian pada hewan coba meliputi pemeriksaan parasitemia dengan penghitungan kepadatan parasit secara mikroskopis pada ulas darah tipis, penghitungan kadar TNFα serum dengan metode ELISA serta gambaran histopatologi sediaan otak dengan pewarnaan Haematoksilin Eosin dilakukan di Laboratorium Hewan Coba, Laboratorium Parasit Puslitbang BTDK, Badan Litbangkes; dan Laboratorium Patologi Balitvet oleh tim peneliti. Hasil penelitian menunjukkan puncak persentase parasitemia kelompok PbA pada hari ke- 4 untuk galur Swiss webster (68.8%) sementara untuk galur C57BL/6 (43.7%) pada hari ke-5. Hal ini berarti bahwa puncak parasitemia lebih cepat dan tinggi terjadi pada galur Swiss webster dibandingkan pada galur C57BL/6. Demikian juga untuk kadar TNFα didapatkan bahwa pada galur Swiss webster (3.6 pg/ml) lebih tinggi dibandingkan galur C57BL/6 (0.18 pg/ml). Perubahan histopatologik otak berupa infiltrasi sel limfosit, makrofag, gliosis, nekrosis, vakuolisasi dan parasitemia malaria ditemukan pada kedua galur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mencit galur Swiss webster dapat dijadikan sebagai model malaria serebral. publisher: Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan date: 2020-03 type: Article type: PeerReviewed format: text language: id identifier: http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5086/1/Buletin%20penelitian%20kesehatan%20artikel-7%2863-72%29.pdf identifier: Reno Intan, Putri and Febrianti, Tati and Marleta Dewi, Rita (2020) Infeksi Plasmodium Berghei Anka pada Mencit Galur Swiss Webster dan C57bl/6 Sebagai Model Malaria Serebral PLASMODIUM BERGHEI ANKA INFECTIONIN STRAIN MICE SWISS. https://doi.org/10.22435/bpk.v48i1.2867, 48 (1). pp. 63-72. relation: https://doi.org/10.22435/bpk.v48i1.2867 relation: https://doi.org/10.22435/bpk.v48i1.2867 identifier: https://doi.org/10.22435/bpk.v48i1.2867