<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Infeksi Plasmodium Berghei Anka pada Mencit Galur Swiss Webster dan&#13;
C57bl/6 Sebagai Model Malaria Serebral&#13;
PLASMODIUM BERGHEI ANKA INFECTIONIN STRAIN MICE SWISS</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Putri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Reno Intan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Tati</mods:namePart><mods:namePart type="family">Febrianti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rita</mods:namePart><mods:namePart type="family">Marleta Dewi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Malaria serebral merupakan salah satu komplikasi infeksi Plasmodium falciparum dan dapat menyebabkan&#13;
kematian pada manusia. Infeksi Plasmodium berghei ANKA (PbA) pada mencit galur C57BL/6 banyak&#13;
digunakan untuk penelitian malaria serebral. Di Indonesia, mencit Swiss webster banyak digunakan sebagai&#13;
hewan coba untuk malaria, namun penelitian untuk menilai perbedaaan histopatologi otak, kadar TNFα dan&#13;
derajat parasitemia pada Swiss webster yang diinfeksi PbA masih terbatas. Oleh sebab itu dilakukan infeksi&#13;
P. berghei galur ANKA pada mencit Swiss webster dan C57BL/6 sebagai model malaria serebral. Penelitian&#13;
ini merupakan eksperimen laboratorium dengan desain post-test only control group. Masing-masing galur&#13;
hewan coba dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok PbA (diinfeksi dan diberi akuades), DHP (diinfeksi&#13;
dan diberi Dihidroartemisinin piperakuin), dan sehat (mencit yang tidak diinfeksi PbA yang diberi akuades).&#13;
Pengujian pada hewan coba meliputi pemeriksaan parasitemia dengan penghitungan kepadatan parasit secara mikroskopis pada ulas darah tipis, penghitungan kadar TNFα serum dengan metode ELISA serta&#13;
gambaran histopatologi sediaan otak dengan pewarnaan Haematoksilin Eosin dilakukan di Laboratorium&#13;
Hewan Coba, Laboratorium Parasit Puslitbang BTDK, Badan Litbangkes; dan Laboratorium Patologi&#13;
Balitvet oleh tim peneliti. Hasil penelitian menunjukkan puncak persentase parasitemia kelompok PbA&#13;
pada hari ke- 4 untuk galur Swiss webster (68.8%) sementara untuk galur C57BL/6 (43.7%) pada hari&#13;
ke-5. Hal ini berarti bahwa puncak parasitemia lebih cepat dan tinggi terjadi pada galur Swiss webster&#13;
dibandingkan pada galur C57BL/6. Demikian juga untuk kadar TNFα didapatkan bahwa pada galur Swiss&#13;
webster (3.6 pg/ml) lebih tinggi dibandingkan galur C57BL/6 (0.18 pg/ml). Perubahan histopatologik otak&#13;
berupa infiltrasi sel limfosit, makrofag, gliosis, nekrosis, vakuolisasi dan parasitemia malaria ditemukan&#13;
pada kedua galur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mencit galur Swiss webster dapat dijadikan sebagai&#13;
model malaria serebral.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC 680-950 Tropical and Parasitic Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2020-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>