%0 Journal Article %A Sogandi %A Fitrianingrum, Mega %A Thursina, Astari %D 2020 %F bkpkkemkes:5087 %I Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Buletin Penelitian Kesehatan %K antibakteri, bioaktif, fraksi klorofom, daun mengkudu, Propionibacterium acne %N 1 %P 73-82 %R https://doi.org/10.22435/bpk.v48i1.2338 %T Identifikasi Senyawa Bioaktif dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.) sebagai Inhibitor Propionibacterium acne IDENTIFICATION OF BIOACTIVE COMPOUND AND ANTIBACTERIAL ACITVITY OF NONI FRUIT (MORINDA CITRIFOLIA L.) EXTRACT AS INHIBITOR PROPIONIBACTERIUM ACNE %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5087/ %V 48 %X Jerawat merupakan penyakit kulit yang cukup merisaukan bagi beberapa penderita karena dapat menurunkan rasa percaya diri. Salah satu penyebab tumbuhnya jerawat adalah adanya pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne di kulit. Obat jerawat yang sering digunakan adalah antibiotik, tetapi penggunaan antibiotik mulai ditinggalkan karena dapat menimbulkan resistensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas inhibisi dan senyawa bioaktif ekstrak daun mengkudu yang dapat menghambat pertumbuhan salah satu bakteri penyebab jerawat Propionibacterium acne. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian difraksinasi bertingkat dengan pelarut n-heksan, kloroform, dan etil asetat. Aktivitas antibakteri dilakukan dengan mengukur nilai KHM (Kadar Hambat Minimal) pada konsentrasi 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% dengan zona hambat yang terbentuk. Identifikasi senyawa bioaktif dari fraksi paling aktif dilakukan dengan GC-MS (Gas Chromatography Mass Spektrophotometry). Hasil penelitian menunjukkan nilai KHM terendah terdapat pada fraksi kloroform dengan konsentrasi 4% dan memiliki rata-rata zona hambat yang terbentuk adalah 24,13 mm. Fraksi klorofom ekstrak daun mengkudu mengandung senyawa squalene golongan terpenoid (13,32%), n-hexadecanoic acid golongan asam palmitat (13,17%), pyridin-3-carboxamide, oxime,n-(2-trifluoromethylphenyl) golongan alkaloid (8,05), dan beta–sitosterol golongan steroid (7,19%).