<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Evaluasi Keunggulan Tes Cepat Molekuler dengan Xpert MTB/&#13;
RIF Dibanding dengan Uji Mikroskopis dalam Mendiagnosis&#13;
&#13;
Tuberkulosis di Indonesia Tahun 2018&#13;
&#13;
THE EVALUATION OF THE SUPERIORITY OF MOLECULAR RAPID TEST BY XPERT&#13;
MTB/RIF COMPARED TO MICROSCOPIC TEST IN DIAGNOSING TUBERCULOSIS&#13;
&#13;
IN INDONESIA IN 2018</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Oster</mods:namePart><mods:namePart type="family">Suriani Simarmata</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dina</mods:namePart><mods:namePart type="family">Bisara Lolong</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tuberkulosis (TB) masih merupakan masalah kesehatan global yang serius dan penyebab utama kematian&#13;
di seluruh dunia terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah&#13;
mengevaluasi keunggulan pemeriksaan diagnostik Tes Cepat Molekuler (TCM) Xpert MTB/RIF dibanding&#13;
dengan pemeriksaan mikroskopis di 44 fasilitas kesehatan di Indonesia tahun 2018. Hasil pemeriksaan&#13;
TCM dengan Xpert MTB/RIF dari 33.630 terduga TB terdapat TB positif sebesar 31,9%. Pemeriksaan&#13;
mikroskopis dengan hasil negatif sebanyak 5.491 terduga TB yang juga diperiksa TCM dengan Xpert&#13;
MTB/RIF terdapat hasil TB positif sebesar 16,7%. Hasil TB positif tersebut didominasi kelompok umur&#13;
15-54 tahun dan laki-laki. Pemeriksaan TCM ini juga mampu memeriksa spesimen bukan sputum sebesar&#13;
0,16% dan hasilnya 9 di antaranya adalah TB positif (17,3%). Spesimen TB positif ini berasal dari bilasan/&#13;
aspirasi cairan lambung 77,8% (7 dari 9 spesimen), cairan pleura 11,1% (1 dari 9 spesimen) dan aspirasi&#13;
limfonodus 11,1% (1 dari 9 spesimen). Dilihat dari kelompok umur lebih dari separuh spesimen bukan&#13;
sputum ini berasal dari anak &lt;15 tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TCM dengan Xpert MTB/RIF&#13;
lebih unggul daripada pemeriksaan mikroskopis karena sensitivitasnya pada rifampisin sensitif maupun&#13;
resisten, mampu mengidentifikasi keberadaan MTB yang resisten obat rifampisin secara bersamaan serta&#13;
sampel bukan-sputum.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WF 140-900 Diseases of the Respiratory System</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2020-06</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>