%0 Journal Article %A Ismail, Arif %A Dede, Mohammad %A Agung Widiawaty, Millary %D 2020 %F bkpkkemkes:5097 %I Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Buletin Penelitian Kesehatan %K Kota Bandung, lahan terbangun, urbanisasi, persebaran HIV, Bandung City, built-up area, HIV distribution, urbanization. %N 2 %P 139 -146 %R https://doi.org/10.22435/bpk.v48i2.2921 %T Urbanisasi Dan HIV di Kota Bandung (Perspektif Geografi Kesehatan) %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5097/ %V 48 %X Kota Bandung merupakan salah satu wilayah yang memiliki penyintas HIV tertinggi di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah daerah guna menanggulangi penyebaran HIV, meskipun tren pertumbuhan dan penyebarannya terus meningkat sejalan dengan urbanisasi. Melalui perspektif spasial, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara laju urbanisasi terhadap penyebaran dan tren HIV di Kota Bandung melalui analisis korelasi Spearman-Rank dan autokorelasi Global Moran’s I. Data urbanisasi diperoleh dari jumlah lahan terbangun yang berbasis citra penginderaan jauh, sedangkan sebaran dan jumlah HIV merujuk pada informasi resmi dari Dinas Kesehatan Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan urbanisasi memiliki korelasi negatif yang signifikan terhadap jumlah HIV di Kota Bandung. Penyebaran HIV secara spasial mengalami tren kenaikan sebesar 22.5 persen dengan pola acak, dengan kenaikan tertinggi terjadi di kecamatan Coblong. Dinamika distribusi urbanisasi dan jumlah HIV di Kota Bandung memiliki pola memusat dengan konsentrasi spasial yang berbeda.