<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Determinan Kejadian Kanker Serviks di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Provinsi Aceh</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Faradilla</mods:namePart><mods:namePart type="family">Safitri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nuzulul</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rahmi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kanker serviks menjadi salah satu masalah kesehatan bagi perempuan di seluruh dunia. Angka kejadian kanker serviks di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zainoel Abidin tahun 2015 sebanyak 54 kasus, tahun 2016 sebanyak 272 kasus dan tahun 2017 sebanyak 80 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kejadian kanker serviks di RSUD dr. Zainoel Abidin, Provinsi Aceh. Metode penelitian ini bersifat analitik dengan desain kasus-kontrol, jumlah sampel diambil berdasarkan perhitungan rumus Lemeshow dengan melakukan perhitungan jumlah sampel minimal dari hasil penelitian orang lain, sehingga didapatlah jumlah sampel kasus sebanyak 21 orang, selanjutnya peneliti membuat perbandingan sampel (1:2) yaitu 21 kasus dan 42 kontrol dan cara pengambilan sampel dengan accidental sampling. Pengumpulan data tanggal 7 Juni–4 Juli 2018. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data berupa univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian analisis bivariat menunjukkan bahwa umur (p=0,705, OR=1,900), pendidikan (p=0,655, OR=1,467), pekerjaan (p=1,000, OR=0,881), paritas (p=0,003, OR=6,667), perilaku hubungan seksual (p=0,001, OR=17,333), personal hygiene (p=0,004, OR=5,958), genetik (p=0,005, OR=10,000), kontrasepsi oral (p=0,038, OR=3,864). Hasil analisis multivariat variabel yang dominan adalah perilaku hubungan seksual dengan OR=15,536. Kesimpulan menunjukkan ada hubungan paritas, perilaku hubungan seksual, personal hygiene, genetik dan kontrasepsi oral dengan kejadian kanker serviks, sedangkan umur, pendidikan, dan pekerjaan bukan faktor yang berhubungan. Variabel perilaku hubungan seksual merupakan faktor dominan kejadian kanker serviks.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WP 400-480 Uterus. Cervix</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2019-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>