%X Malaria merupakan salah satu penyakit tular vektor yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pengendalian jentik nyamuk vektor menggunakan Bacillus thuringiensis (Bt H-14) merupakan salah satu biolarvisida alternatif. B2P2VRP telah mengembangkan Bt H-14 isolat Salatiga sediaan bubuk maka perlu diuji stabilitas. Penelitian ini bertujuan menentukan efektivitas stabilitas Bt H-14 isolat Salatiga sediaan bubuk terhadap jentik Anopheles spp di lapangan. Pembuatan Bt H-14 Isolat Salatiga sediaan bubuk dan uji bioassay terhadap jentik Anopheles aconitus dilakukan di laboratorium B2P2VRP. Uji stabilitas dilakukan di laboratorium UII Yogyakarta. Uji efektivitas stabilitas dilakukan di Purworejo menggunakan jentik Anopheles spp. yang diambil di lapangan. Hasil uji bioassay (LC90) sebelum dan setelah penyimpanan suhu 54o C ± 2 o C selama 2 minggu adalah 6,485 ppm dan 13,009 ppm. Hasil menunjukkan efektivitas stabilitas menurun pada hari ke 2 dan 3 (<70%) pada dosis 26,018 ppm adanya pengaruh hujan. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan efektivitas penurunan kematian jentik saat hari ke 2 dan 3. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan efektivitas dari Bt H-14 Isolat Salatiga sediaan bubuk setelah dilakukan uji stabilitas. %T Efektivitas Stabilitas Bacillus thuringiensis H-14 Isolat Salatiga Sediaan Bubuk Terhadap Jentik Anopheles SPP. di Kabupaten Purworejo STABILITY EFFECTIVENESS STABILITY OF SALATIGA BACILLUS THURINGIENSIS H-14 ISOLATE IN POWDER PREPARATION AGAINST PURWOREJO ANOPHELES SPP.LARVAE IN PURWOREJO DISTRICT %K Anopheles larvae, Bacillus thuringiensis, efektivitas, Purworejo, stabilitas, Anopheles larvae, Bacillus thuringiensis, effectiveness, Purworejo, stability %D 2020 %P 191-198 %A Arief Nugroho %A Arum Triyas Wardani %A Rendro Wianto %A Warido %A Subiantoro %L bkpkkemkes5130 %J Buletin Penelitian Kesehatan %V 48 %N 3 %I Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %R https://doi.org/10.22435/bpk.v48i3.2909