%0 Journal Article %A Erlan, Ahmad %A Widjaja, Junus %A Nur Widayati, Anis %A Maksud, Malonda %A Tolistiawaty, Intan %A Murni %A Mustafa, Hasrida %A Ningsih %D 2020 %F bkpkkemkes:5132 %I Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Buletin Penelitian Kesehatan %K Schistosomiasis, community empowerment, development of Bada model, Lengkeka, Poso, Schistosomiasis, pemberdayaan masyarakat, pengembangan model Bada, Lengkeka, Poso. %N 3 %P 199-208 %R https://doi.org/10.22435/bpk.v48i3.3246 %T Implementasi Model Bada dalam Pengendalian Schistosomiasis di Desa Lengkeka, Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah IMPLEMENTATION OF THE BADA MODEL IN SCHISTOSOMIASIS CONTROL IN LENGKEKA VILLAGE, KECAMATAN LORE BARAT, POSO DISTRICT, CENTRAL SULAWESI %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5132/ %V 48 %X Schistosomiasis di Indonesia ditemukan di Provinsi Sulawesi Tengah dan upaya pengendalian sudah dilakukan selama lebih dari 35 tahun terakhir, tetapi sampai saat ini penularan masih terjadi. Sebuah strategi baru pengendalian schistosomiasis terintegrasi dan berbasis masyarakat, yang disebut pengembangan model “Bada” diimplementasikan di Desa Lengkeka tahun 2019. Penelitian dilakukan dengan mixed methods Pengembangan tersebut terdiri atas empat kegiatan, yaitu penyusunan peraturan desa, pembentukan tim pengendalian Schistosomiasis desa/Tim Peda’, peningkatan kapasitas dalam pengendalian schistosomiasis melalui beberapa tokoh masyarakat dan program pengendalian Schistosomiasis terintegrasi lintas sektor. Hasil implementasi menunjukkan terjadi penurunan kasus schistosomiasis pada manusia dan hewan mamalia ternak menjadi nol, meningkatkan cakupan pengumpulan tinja manusia, dari 54,59% menjadi 71,92%, juga meningkatkan cakupan pengobatan dari 53% pada tahun 2018 menjadi 86,04% pada tahun 2019. Pengembangan Model Bada dapat menurunkan jumlah daerah fokus dari 5 menjadi 3 daerah fokus, juga menambah pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat secara signifikan. Berdasarkan hasil tersebut Pengembangan Model Bada dapat dipertimbangkan untuk diimplementasikan di daerah endemis schistosomiasis lain di Provinsi Sulawesi Tengah, dengan tetap mempertimbangkan kearifan lokal masing- masing desa.