TY - JOUR ID - bkpkkemkes5143 A1 - Indriasih, Endang A1 - Rosita, Tita A1 - Yulianti, Anni A1 - Rozana UR - https://doi.org/10.22435/bpk.v48i4.3524 AV - public IS - 4 SP - 235 EP - 242 TI - Penilaian Kualitas Data Penyebab Kematian di Indonesia Tahun 2014 ASSESSMENT OF THE QUALITY OF CAUSE-OF-DEATH DATA IN INDONESIA 2014 KW - penyebab kematian KW - kualitas data KW - Sample Registration System KW - ANACONDA Y1 - 2020/12// VL - 48 N2 - Sample Registration System (SRS) merupakan survei demografi untuk menyediakan data penyebab kematian (COD) di Indonesia. Kualitas COD akan menjadi bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan kesehatan. Tulisan ini bertujuan untuk menilai kualitas data penyebab kematian di Indonesia melalui besar proporsi dan level kode sampah terhadap dampak yang ditimbulkan ketika digunakan dalam membuat kebijakan. Data penyebab kematian nasional tahun 2014 dinilai dengan menggunakan perangkat lunak Analisis Penyebab Kematian Nasional untuk Tindakan (ANACONDA) versi 3.7.0. Distribusi dan level kode "sampah" yang tidak dapat digunakan dianalisis dengan menggunakan ANACONDA. Hasil analisis menunjukkan, Diseases of the circulatory system (62.6%) berkontribusi terbanyak dalam hal kode sampah. Proporsi kode sampah yang tidak dapat digunakan adalah 31% dari total kode. Kode sampah yang paling umum digunakan adalah kelompok penyebab kematian tidak spesifik dan kelompok penyebab kematian antara. Berdasarkan tingkat keparahan dalam membuat kebijakan, sebagian besar kode sampah termasuk kategori level rendah, hanya 11% dari total kode memiliki tingkat dampak sedang, tinggi dan sangat tinggi. Kesimpulannya, kualitas data SRS 2014 masih kurang baik, namun implikasi yang ditimbulkan kode sampah dalam membuat kebijakan yang salah sebagian besar berada pada level rendah. Penggunaan kode-kode level rendah memiliki dampak yang kurang penting bagi kebijakan kesehatan masyarakat. Data penyebab kematian SRS 2014 layak dipertimbangkan untuk digunakan sebagai dasar kebijakan Kesehatan masyarakat. Pelatihan penentuan penyebab kematian untuk dokter dan juga petugas AV perlu dilakukan agar kualitas data COD selanjutnya dapat lebih baik JF - Buletin Penelitian Kesehatan ER -