<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Tinjauan Literatur : Uji In Vivo pada Antiviral Terpilih&#13;
&#13;
COVID-19&#13;
&#13;
LITERATURE REVIEW : IN VIVO TESTING OF SELECTED ANTIVIRAL COVID-19</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Risqa</mods:namePart><mods:namePart type="family">Novita</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Virus novel korona yaitu Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Adalah&#13;
penyebab COVID-19 yang telah ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi global karena telah menyebar&#13;
mendunia dan menyebabkan kematian cukup tinggi di atas 8%. Tindakan pengendalian yang efektif&#13;
dibutuhkan untuk menekan angka kematian, salah satunya adalah pemberian antiviral. Hingga saat ini&#13;
belum ada antiviral khusus untuk COVID-19. Antiviral yang digunakan berdasarkan pengalaman terhadap&#13;
infeksi korona sebelumnya. Pemilihan antiviral yang efektif dan aman sangat diperlukan. Tahapan uji&#13;
antivial seyogyanya dimulai dari uji in vitro, in vivo dan klinis. Antiviral yang dipilih untuk penderita&#13;
COVID-19 sebaiknya sudah melalui tahapan in vivo, yaitu di hewan coba. Tulisan penulisan ini untuk&#13;
mengkaji antiviral untuk COVID-19 yang telah melewati tahapan uji praklinis di hewan coba Metode.&#13;
Metode tulisan ini berupa kajian dari literatur-literatur yang ada di Google scholar dan Pubmed, dengan&#13;
pencarian menggunakan kata kunci antiviral, COVID-19 dan hewan model Hasil. Berdasarkan hasil dari&#13;
penelusuran literatur, didapatkan data bahwa antiviral spesifik yang digunakan untuk penderita COVID-19&#13;
yang telah melalui tahapan di hewan model adalah Remdesivir, Lopinavir, Favipiravir dan Klorokuin,&#13;
namun antiviral tersebut baru diuji terhadap MERS dan SARS, belum terhadap virus SARS-CoV-2.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QW 1-300 Microbiology</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2020-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>