%0 Journal Article %@ 0853-9987 %A Asdika, Zulfa Fatmawati Dwi %A Martini, Martini %A Sutiningsih, Dwi %A Saraswati, Lintang Dian %D 2021 %F bkpkkemkes:5149 %I Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %K penolakan, wali murid, imunisasi, campak rubella, rejection, parents, immunization, measles rubella %N 2 %P 109-118 %R https://doi.org/10.22435/mpk.v31i2.3183 %T Studi pada Wali Murid di Kota Magelang Provinsi Jawa Tengah: Faktor yang Berhubungan dengan Penolakan Imunisasi Measles Rubella %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5149/ %V 31 %X Measles rubella (MR) merupakan penyakit yang sangat menular, rubela mengakibatkan keguguran atau bayi lahir dengan cacat bawaan pada kehamilan trimester I. Kementerian Kesehatan menganjurkan kekebalan populasi terhadap penyakit campak rubela sebesar 95% melalui Program Imunisasi Measles Rubella. Cakupan MR di Kota Magelang Provinsi Jawa Tengah masih < 95%. Puskesmas Magelang Utara mempunyai cakupan MR sebesar 83,56%, dan Magelang Selatan sebesar 89,14%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penolakan imunisasi MR. Desain studi menggunakan potong lintang. Terpilih 120 sampel wali murid dari SD, SMP, dan SLB di Kecamatan Magelang Utara dengan simple random sampling. Variabel yang memiliki hubungan secara statistik dengan status penolakan imunisasi Measles Rubella adalah jenis pekerjaan, riwayat campak, tingkat pengetahuan, sikap wali murid (p=0,0001), persepsi kerentanan (p=0,0001), persepsi keparahan (p=0,0001), persepsi manfaat dan hambatan, dukungan lingkungan, dukungan keluarga, dan dukungan sekolah. Wali murid dengan pengetahuan kurang baik memiliki peluang 18,355 kali lebih besar untuk menolak Imunisasi MR.