%0 Journal Article %@ 0853-9987 %A Kundari, Nurul Fadhillah %A Addiina, Halwa Ainaya %A Nisa, Hoirun %D 2022 %F bkpkkemkes:5228 %I Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %K COVID-19, ketidakpatuhan, persepsi, perception, non-compliance %N 1 %P 1-16 %R https://doi.org/10.22435/mpk.v32i1.4219 %T Persepsi, Stigma, dan Perilaku Ketidakpatuhan Pencegahan COVID-19 Pada Masyarakat Wilayah Provinsi Jawa Timur Tahun 2020: Pendekatan Health Belief Model %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5228/ %V 32 %X Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah menyebar di berbagai wilayah Indonesia. Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi, stigma dengan perilaku ketidakpatuhan pencegahan COVID-19 melalui pendekatan health belief model pada masyarakat Provinsi Jawa Timur. Penelitian cross sectional ini menggunakan teknik voluntary sampling dengan menyebarkan kuesioner secara daring. Penelitian ini berlangung pada September – November 2020. Masyarakat provinsi Jawa Timur yang berpartisipasi berjumlah 420 responden. Proporsi responden yang tidak patuh dalam melakukan pencegahan COVID-19 sebesar 57,4%. Hasil analisis multivariat menunjukkan hubungan antara persepsi tertular COVID-19 (OR=2,067; CI 95%= 1,304 - 3,276), persepsi hambatan melakukan pencegahan COVID-19 (OR=2,306; CI 95%= 1,151 - 4,621), persepsi isyarat tindakan (OR=1,968; CI 95%= 1,281 – 3,024), persepsi keparahan (OR=1,158; CI 95% 0,728 – 1,841), stigma (OR=1,467; CI 95%=0,595 – 3,615), jenis kelamin (OR=2,305; CI 95%= 1,388 – 3,828), tingkat pendidikan SMA sederajat (OR=1,735; CI 95%= 1,100 – 2,734) dengan perilaku ketidakpatuhan pencegahan COVID-19. Disimpulkan bahwa persepsi tertular, persepsi hambatan, dan persepsi isyarat tindakan terkait COVID-19 memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan perilaku ketidakpatuhan pencegahan COVID-19. Penelitian ini menunjukkan perlu ditingkatkan edukasi COVID-19 yang dapat dilakukan pemerintah setempat dengan menjalin kerjasama lintas sektor untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam melakukan pencegahan COVID-19.