<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Observasi Klinik Guna Mengetahui Keamanan Jamu yang&#13;
Digunakan untuk Diabetes mellitus</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Fajar</mods:namePart><mods:namePart type="family">Novianto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Zuraida</mods:namePart><mods:namePart type="family">Zulkarnain</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Tofan Aries</mods:namePart><mods:namePart type="family">Mana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Diabetes mellitus (DM) ditandai dengan adanya kadar glukosa yang melebihi nilai normal akibat kekurangan insulin baik yang bersifat absolut ataupun relatif. Masyarakat memanfaatkan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan DM, karena dianggap relatif aman dan efek samping yang minimal. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi keamanan dan tolerabilitas ramuan jamu DM&#13;
pada orang sehat. Ramuan jamu DM terdiri dari simplisia daun salam (Syzygium polyanthum), sambiloto (Andrographis paniculata), kayu manis (Cinnamomum burmani), dan temulawak&#13;
(Curcuma xanthoriza). Penelitian uji klinik fase I ini melibatkan 45 subjek sehat yang dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok dengan metode quasi eksperimental pre dan post-test. Evaluasi didasarkan atas&#13;
parameter fungsi hati, ginjal, darah rutin, dan keluhan subjek. Hasil menunjukkan bahwa secara umum tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p &gt; 0,05) pada pemeriksaan fungsi ginjal, hati, dan darah rutin antara sebelum dan sesudah pemberian ramuan jamu DM pada kelompok I, II, dan III. Subjek mengeluhkan rasa pahit dari jamu namun masih dapat diterima. Ramuan jamu DM tidak&#13;
menunjukkan tanda-tanda toksisitas sehingga aman digunakan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WB 300-962 Therapeutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2018-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>