%0 Journal Article %@ 0853-9987 %A Nur, Abidah %A Marissa, Nelly %A Wilya, Veny %D 2018 %F bkpkkemkes:5257 %I Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %K Aceh, makanan, indeks glikemik %N 1 %P 39-44 %R https://doi.org/10.22435/mpk.v28i1.7596.39-44 %T Indeks Glikemik Penganan Khas Aceh (Dodoi, Meuseukat, dan Asoe Kaya) %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5257/ %V 28 %X Gula merupakan karbohidrat disakarida jenis sukrosa yang dihidrolisis menjadi fruktosa dan glukosa. Asupan glukosa dari makanan berbanding lurus dengan peningkatan glukosa dalam darah. Dodoi, meuseukat, dan asoe kaya merupakan penganan khas Aceh yang mengandung gula tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai indeks glikemik makanan khas Aceh (dodoi, meuseukat, dan asoe kaya). Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni tahun 2014 di Puskesmas Kopelma Darussalam. Responden terdiri dari 4 orang laki-laki dan 4 orang perempuan umur 17-20 tahun berbadan sehat dan tidak dalam keadaan sakit (diabetes melitus dan hipertensi). Setiap responden diberikan 50 gram dodoi, meuseukat, dan asoe kaya, kemudian diperiksa kadar glukosa darah pada 0, 15, 30, 45, 60, 90, dan 120 menit setelah konsumsi makanan. Nilai indeks glikemik makanan dihitung dengan perbandingan luas kurva makanan terhadap luas kurva standar. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kadar glukosa darah tertinggi pada menit ke-30 untuk semua makanan yang di uji. Meuseukat memiliki peningkatan kadar glukosa darah tertinggi (108,42 mg/dl). Nilai indeks glikemik dodoi, meuseukat, dan asoe kaya masing-masing 40,67, 77,74, dan 30,60. Dodoi dan asoe kaya memiliki indeks glikemik rendah dan meuseukat memiliki indeks glikemik tinggi. Pelabelan nilai indeks glikemik pada kemasan makanan sangat bermanfaat bagi masyakarat, terutama rediabetes dan penderita diabetes.