TY - JOUR SP - 31 IS - 1 AV - public TI - Pengaruh Diabetes Melitus terhadap Gambaran Klinis dan Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis di Tujuh RSU Kelas A dan B di Jawa dan Bali EP - 38 ID - bkpkkemkes5264 UR - http://dx.doi.org/10.22435/mpk.v27i1.4130.31-38 A1 - Arlinda, Dona A1 - Yulianto, Aris A1 - Syarif, Armaji Kamaludi A1 - Harso, Agus Dwi A1 - Indah, Retna Mustika A1 - Karyana, Muhammad VL - 27 Y1 - 2017/03// JF - Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan SN - 0853-9987 N2 - Diabetes melitus (DM) menyulitkan pengobatan dan kontrol tuberkulosis (TB). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan bersama tujuh rumah sakit (RS) umum kelas A dan B di Pulau Jawa dan Bali mengembangkan Sistem Registri Penyakit TB-DM. Data pasien berusia ?15 tahun, didiagnosis TB (kode A15-A19 ICD-10) mulai tahun 2014, dengan atau tanpa DM (kode E10-E14 ICD-10) diabstraksi ke dalam case report form (CRF). Mulai 1 Januari 2014 ? 2 Januari 2016, terdapat 1975 kasus TB, 15% adalah TB dengan DM. 73,6% pasien TB-DM berusia ?45 tahun dan 70,8% TB-non DM berusia <45 tahun. Pada kasus TB-DM, kasus TB sebelumnya pernah diobati lebih tinggi dibanding TB naïve (OR 2,588; KI95% 2,0-3,4). Pada TB-DM, gejala terbanyak adalah batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, penurunan nafsu makan, dan berkeringat di malam hari, berturut-turut sebanyak 76,4%; 72,6%; 65,9%; dan 65,2%. Pada TB-non DM, gejala dominan adalah penurunan berat badan, penurunan nafsu makan, batuk lebih dari dua minggu, dan demam, berturut-turut sebanyak 59,4%; 57,8%; 57,6%; dan 56,9%. Foto toraks abnormal lebih banyak pada TB-DM (OR 7,249; KI95% 3,2-16,5), demikian juga dengan BTA positif (OR 2,568; KI95% 1,8-3,8). Kegagalan pengobatan TB (meninggal, putus berobat, gagal pengobatan, atau pindah) tiga kali lebih besar pada TD-DM dibanding TB-non DM (aOR 3.042; KI95%1.7-5.4). Registri TB-DM menunjukkan efek negatif DM terhadap gambaran klinis dan keberhasilan pengobatan TB. KW - tuberkulosis KW - diabetes melitus KW - rumah sakit KW - registri penyakit PB - Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan ER -