<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Faktor Risiko Terjadinya Tuberculosis Paru Usia Prduktif (15-49 Tahun di Indonesia</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Made Agus</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nurjana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>TB paru merupakan penyakit yang paling banyak menyerang usia produktif dan masih menjadi masalah kesehatan dunia termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor&#13;
risiko terjadinya TB paru pada usia produktif di Indonesia dan faktor risiko yang paling dominan. Studi cross-sectional telah dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2013. Data bersumber dari data Riskesdas 2013 yang dilaksanakan oleh Badan Litbang Kesehatan. Sampel yang dianalisis usia 15 – 49 tahun&#13;
sebanyak 522.670 orang. Data dianalisis dengan logistic regression complex samples. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor risiko TB paru pada usia produktif di Indonesia yaitu pendidikan, indeks&#13;
kepemilikan, bahan bakar memasak, kondisi ruangan dan perilaku merokok. Faktor risiko yang paling dominan adalah pendidikan. Untuk mendukung global tuberculosis control maka program pengenalan sedini mungkin TB paru pada Sekolah Dasar dan pemanfaatan media informasi perlu ditingkatkan guna penurunan kasus dan kematian akibat TB paru khususnya pada usia produktif.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WF 140-900 Diseases of the Respiratory System</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2015-06</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>