<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Masa Depan Vaksin Rotavirus di Indonesia</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Krisna Nur Andriana</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pangesti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Vivi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Setiawaty</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Rotavirus adalah penyebab utama gastroenteritis pada anak-anak. Insiden diare yang disebabkan rotavirus di Indonesia terjadi sepanjang tahun dengan jumlah kematian mencapai sekitar 10.088 anak per tahun. Virus ini ditularkan melalui rute tinja-oral dengan tingkat transmisi tinggi. Lebih dari 50 kombinasi galur G - P yang dikenal sebagai galur yang menginfeksi manusia dengan serotipe dominan akan bervariasi antar wilayah dan tahun. Di Indonesia, berbagai penelitian rotavirus menunjukkan bahwa variasi tipe VP7 (G9) dan VP4 (P[8]) merupakan kombinasi genotipe paling sering muncul. Metode pencegahan yang paling mungkin dan sangat diperlukan untuk mengontrol transmisi dan mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus ini adalah dengan vaksinasi. Berbagai macam jenis vaksin Rotavirus dikembangkan untuk memberikan kekebalan sebaik infeksi alamiah dan meminimalisasi efek samping&#13;
yang terjadi. Untuk itu pengawasan yang baik  pra dan pasca perizinan diperlukan untuk memantau efek samping dari vaksin yang ada. Infeksi Rotavirus menyebabkan beban penyakit dan ekonomi yang tinggi sehingga vaksin dapat dipertimbangkan sebagai salah satu cara pencegahan yang baik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WI 400-575 Intestines</mods:classification><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>