<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Penggunaan Metode Survei Pupa untuk Mempediksi Risiko Penularan  Deman Berdarah Dengue di Lima Wilayah Endemis di DKI Jakarta</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Shinta</mods:namePart><mods:namePart type="family">Shinta</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Supratman</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sukowati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Demam berdarah dengue (DBD) adalah salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Untuk saat ini, belum ada obat atau vaksin untuk mencegah DBD. Oleh karena itu pencegahan dan pengendalian vektor menjadi sangat penting. Indikator yang digunakan untuk melakukan surveilans dalam pengawasan kepadatan populasi Ae. aegypti dan memprediksi risiko penularan adalah pupa indeks. Pupa indeks digunakan untuk mengukur HPI, CPI, pupa/orang, pupa/rumah, dan pupa/kontainer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui habitat reproduksi terbesar, kepadatan penduduk dan persentase pupa di lima kecamatan di DKI Jakarta yaitu Johar Baru (Jakarta Pusat), Tanjung Priok (Jakarta Utara), Kramat Jati (Jakarta Timur), Kebun Jeruk (Jakarta Barat), dan Cilandak (Jakarta Selatan). Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan habitat pupa Ae. Aegypti, yaitu kontainer air (bak mandi, bak WC, drum, tempayan, bak wudhu, dan bak tandu), wadah air  tidak permanen (barang bekas, bekas sumur, vas/pot bunga, kolam/akuarium, tempat minum unggas, tatakan dispenser, wastafel dan bath tube), habitat alami (potongan bambu dan pelepah daun). Nilai rata-rata indeks pupa di lima wilayah penelitian adalah CPI = 8,45%; HPI = 23,98%; pupa/orang = 0,65; pupa/rumah = 3,58; dan pupa/kontainer = 0,96. Ada konsistensi nomor indeks di semua wilayah penelitian;  Jika indeks HPI tinggi, indeks pupa lainnya akan tinggi juga.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC 680-950 Tropical and Parasitic Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2013-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>