<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Keragaman Genetik Petanda  P. falciparum Dari Specimen Subyek Penelitian Monitoring Dihidroartemisinin-Piperakuin di Kalimantan dan Sulawesi</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sarwo</mods:namePart><mods:namePart type="family">Handayani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ervi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Salwati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Emiliana</mods:namePart><mods:namePart type="family">Tjitra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Gagal pengobatan pada malaria falsiparum dapat disebabkan oleh parasit yang resisten terhadap obat antimalaria atau oleh infeksi baru. Keragaman genetik petanda Plasmodium falciparum yaitu lokus gen MSP1, MSP2 dan GLURP dalam suatu populasi perlu diidentifikasi sebagai dasar untuk membedakan penyebab gagal pengobatan. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah nested Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap masing-masing lokus gen secara terpisah. Telah dianalisis 121 spesimen resapan darah kering pada kertas filter dari subyek terinfeksi P.falciparum pada studi monitoring pengobatan dengan Dihidroartemisinin-Piperakuin di Kalimantan dan Sulawesi. Masing-masing lokus gen MSP1, MSP2 dan GLURP yang dapat diidentifikasi sebanyak 82,6%, 96,7% and 81,0%. Sedangkan ketiga lokus gen tersebut ditemukan hanya pada 71,9% (87/121) sampel. Lokus gen MSP1 semuanya&#13;
mempunyai 1 alel, sedangkan dua alel ditemukan pada sebagian besar MSP2 (67,5%) dan sebagian kecil GLURP (14,3%). Infeksi multi-genotip oleh dua atau lebih genotip P.falciparum ditemukan pada 65,5% sampel dan infeksi tunggal hanya 34,5% sampel. Keragaman klas alel paling banyak ditemukan pada lokus gen MSP2 sebanyak 12 klas alel, GLURP sebanyak 9 klas alel, dan MSP1 sebanyak 7 klas alel. Alel pada lokus gen MSP1 sebagian besar pada kisaran 440 - 479 bp, MSP2: 480 – 519 bp, dan GLURP: 580–639 bp. Pada penelitian ini kasus malaria falsiparum umumnya merupakan infeksi multigeotip, dan MSP2 merupakan petanda gen P.falciparum yang dominan dan beragam.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC 680-950 Tropical and Parasitic Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2012-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>